Tampilkan postingan dengan label CUCAK IJO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CUCAK IJO. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 April 2017

Ini Dia Ciri-Ciri Cucak Ijo Yang Bagus, Jangan Slah Pilih !!

Ini Dia Ciri-Ciri Cucak Ijo Yang Bagus, Jangan Slah Pilih !!
Ini Dia Ciri-Ciri Cucak Ijo Yang Bagus, Jangan Slah Pilih !!
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih burung cucak ijo baik bahan maupun dewasa.

Berkelamin

jantanmenjadi syarat pertama bila Anda menginginkan cucak ijo sebagai burung kicauan. Ciri-ciri bisa dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam dan membentuk topeng pada wajahnya, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.

Setelah itu baru kemudian memilih kriteria lainnya sbb:

  1. Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  2. Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  3. Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  4. Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  5. Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
  6. Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
Sumber http://www.burunghobi.com/

Kamis, 16 Februari 2017

Mengenal Lebih Dekat Burung Cucak Ijo Mini

Cucak ijo mini adalah salah satu jenis burung penyanyi dari keluarga Chloropseidae yang tak boleh dilewatkan. Mungkin benar ukuran tubuhnya lebih kecil dari sejenisnya, namun jika sudah bicara mengenai bakat dan kicauan ia juga tak kalah istimewa. Selain suara gacor yang cocok untuk memaster jenis burung lain, unggas yang bernama latin Chloropsis cyanopogon ini juga cukup piawai meniru nada suara burung lain. Inilah mengapa jenis spesies yang bernama lain Lesser green leafbird ini dari dulu cukup digilai para kicau mania di Indonesia.Dalam waktu terakhir sudah cukup banyak penghobi atau ahli berpendapat, bahwa burung cucak ijo mini keberadaan-nya sudah sangat populer di pulau Sumatra namun tidak begitu ramai di Pulau Jawa. Mungkin hal tersebut juga sangat wajar adanya, mengingat burung ini memang paling banyak ditemui di pulau Sumatera dan Kalimantan. Selain itu, burung juga kerap dianggap sub-spesies dari burung cucak ranting atau cica daun sayap biru (Chloropsis cochinchinensis). Namun juga tidak sedikit yang menyangkalnya, bahwa burung cucak yang satu ini merupakan jenis spesis tersendiri.
Mungkin bantahan tersebut cukup beralasan, sebab jika dilihat dari segi penampilan dan postur tubuh saja keduanya sudah sangat berbeda. Warna bulu cucak ijo mini seluruh tubuhnya bewarna hijau, sementara itu cucak ranting lebih mempunyai kombiasi warna hijau dan kuning pada bagian badan serta kepalanya. Cucak ranting juga memiliki warna biru terang pada bagian sayap dan ekornya. Akan tetapi untuk urusan suara, cucak mini ini dinilai penghobi lebih mempunyai kicauan yang bervariasi dan diklaim lebih pandai meniru suara burung lain.

Wilayah Penyebaran

Burung yang lebih dikenal oleh negara-negara barat dengan nama blue-whiskered green bulbul ini sebenarnya terbagi menjadi 2 sub-spesies atau ras, yang pertama bernama ilmiah Chloropsis cyanopogon septentrionalis dan yang kedua bernama Chloropsis cyanopogon cyanopogon. Kedua jenis cucak ijo ini memiliki wilayah penyebaran dna habitat yang berbeda-beda. Ras pertama kebanyakan ditemui Barat Daya Thailand dan Wilayah Utara Semenanjung Malaysia. Sementara ras kedua banyak ditemukan di Wilayah Selatan Semenanjung Malaysia, Sumatera dan Kalimantan.

Ciri Cucak Ijo Mini

ciri-ciri untuk bisa mengenali burung cucak ijo mini cukup mudah. Bisa dilihat, ukuran tubuhnya mungil yang rata-rata bisa tumbuh sekitar 15-18 cm. Selain itu, warna hijau di semua bagian tubuhnya lebih gelap. Tidak ada warna biru, baik itu di bagian wajah atau bagian tubuh lainnya. Suara memang merdu dan nyaring, namun powernya kerap naik turun atau tidak konsisten.

Kandang

Rata-rata ukuran sangkar yang biasa digunakan setiap penghobi berukuran 50 x 60 cm. Sebetulnya bentuk atau ukuran kandang tidak bisa disesuaikan secara pasti, sebab tergantung kebutuhan status burung itu sendiri. Misalnya, untuk burung master, penangkaran atau hanya dijadikan  sekedar hewan peliharaan rumah tentunya untuk kandangnya sudah berbeda lagi.

Perawatan Harian

Jika sebelum memandikan pada saat pagi dan sore hari, angin-anginkan dulu cucak ijo mini selama 25 hingga 30 menit. Pemandian sendiri tergantung kebiasaan burung, entah itu metode semprot ataupun keramba. Setelah itu, biarkan dulu ia berjemur kurang lebih 1 hingga 3 jam tergantung kondisi cuaca. Jika cuaca sedang panas bisa dilakukan 1 hingga 2 jam saja, namun jika cuaca sedang dingin bisa dilakukan antara 2 sampai 3 jam.

Pakan

EF atau extra food merupakan makanan cucak ijo mini tambahan yang sudah jelas juga dibutuhkan, namun harus dilakukan dengan takaran yang benar. Pakan nutrisi yang biasa diberikan oleh setiap pemelihara untuk burung mungil ini berupa Jankrik ataupun ulat hongkong. Beri jangkrik sebanyak 2 ekor pada pagi dan sore hari. Selain itu, beri pakan kroto 2x dalam seminggu sebagai selingan. Setiap harinya beri ia makanan buah-buahan guna menunjang vitamin c pada tubuhnya seperti buah pisang dan pepaya.
sumber : http://www.situsburung.com

Rabu, 08 Februari 2017

Setelan Harian Makanan Cucak Ijo Biar Gacor

Image result for cak ijo
Burung yang memiliki dominan bulu hijau dedaunan ini memang tengah menjadi salah satu pengicau yang cukup populer di kalangan kicau mania tanah air. Hal tersebut bisa terjadi bukan tanpa sebab. Pasalnya selain mempunyai perawakan yang indah nan gagah, burung bergaya tarung khas ngentrok ini ternyata juga dibekali dengan kemampuan gacor yang menjanjikan. Bukti dari suara cucak ijo yang banyak dibilang mumpuni bisa dilihat dari keanekaragaman variasinya. Sehubungan dengan itu, adapun beberapa karakter ocehan yang bisa dilantunkan olehnya antara lain ngerol, ngebren, ngekek, nembak, nyrecet dan sebagainya.


Karena memiliki banyak isian suara, tak heran apabila mulai banyak yang berinovasi untuk memoles kicauan-nya agar jadi lebih bervariasi. Disamping itu, isian yang saat ini marak digunakan untuk memaster cucak ijo adalah  suara pengicau jenis lain. Dan masteran jenis burung lain tersebut diantaranya ialah cililin, kenari, tengkek buto, cucak jenggot, lovebird, gereja tarung, murai batu, ciblek, dll. Namun supaya burung berbadan sedang sekitar 22 cm ini bisa merekam dan menirukan beberapa suara burung jenis lain itu, tentu bukanlah perkara instan. Sebab selain pola perawatan cucak ijo, pakan cucak ijo yang diberikan juga sangat menentukan potensi burung untuk kedepannya.
Mengingat masalah perawatan, setelan yang banyak diterapkan oleh para pencetak burung juara sebenarnya tidak jauh beda dengan rawatan harian yang diberikan oleh kicau mania pada umumnya. Semisal dengan rutin memandikan di pagi dan sore hari, kemudian lekas dijemur, selalu menjaga kebersihan sangkar, serta polesan tambahan seperti pemasteran. Sedangkan untuk makanan cucak ijo biar cepat gacor, pada dasarnya juga tidak sulit untuk dicari ataupun disajikan. Bisa dibilang begitu sebab pakan dari burung yang dikelompokkan pada keluarga atau suku Chloropseidae ini ialah berupa buah-buahan segar, EF (Ekstra Fooding) dan voer atau poor.
Buahan-buahan Segar
Buah-buahan segar adalah pakan cucak ijo yang alami dan paling utama saat berada di alam bebas. Adapun jenis buah-buahan yang digemari dan umum diberikan oleh para kicau mania antara lain pepaya, pisang kepok, apel merah, pir, jeruk dan lain sebagainya. Beberapa makanan cucak ijo yang berupa buah-buahan tersebut, di dalamnya terkandung beraneka macam vitamin yang sangat diperlukan untuk sistem pertumbuhan burung, termasuk pada segi kesehatan dan pengembangan kemampuan gacornya.
Khusus untuk pisang yang dibeli di pasaran atau kios-kios burung, karena pada umumnya mengandung zat-zat berbahaya seperti pestisida dan karbit, sebelum disajikan ada baiknya jika dibersihkan dengan cara dicuci terlebih dahulu. Bagian yang harus dicuci sebelum diberikan adalah pada bagian kulit pisang. Apabila tidak dibersihkan lebih dulu, maka sangat dikhawatirkan kalau zat berbahaya yang membalut pada bagian tersebut bisa mengkontaminasi bagian buah pisang.
Jika bagian daging pisang yang terkontaminasi tetap dikonsumsi, lama-kelamaan hal ini akan berdampak kurang bagus bagi kesehatan burung. Untuk jenis makanan cucak ijo yang berupa buah pepaya, karena banyak dipercaya bahwa mampu meningkatkan kekebalan tubuh burung, maka alangkah baiknya jika pemberiannya lebih ditekankan. Selain dapat meningkatkan daya tahan tubuh, rutin memberikan pepaya juga diyakini bisa melancarkan sistem pencernaan burung.
EF (Ekstra Fooding) atau Pakan Tambahan
EF atau pakan tambahan sangat berperan bagi tumbuh kembang burung. Makanan cucak ijo yang berupa Ekstra Fooding, di dalamnya terkandung kadar protein yang mana belum tentu terdapat pada buah-buahan segar. Itu sebabnya EF juga harus diberikan bersamaan dengan buah-buahan agar keduanya saling melengkapi. Sedangkan untuk jenis EF yang bisa dan umum diberikan antara lain jangkrik, kroto, belalang, orong-orong, ulat bambu atau ulat bumbung, ulat hongkong dan lain-lain.
Perlu diketahui bahwa pemberian jenis pakan EF tertentu seperti kroto dan ulat hongkong sebaiknya lebih diperhatikan. Kalau kedua pakan ijo tersebut diberikan dengan porsi yang terlalu berlebihan, maka tidak menutup kemungkinan jika justru dapat memicu dampak kurang baik. Memberikan kroto secara berlebihan, tak sedikit yang mengklaim bahwa bisa meningkatkan suhu panas pada tubuh burung. Dan suhu panas yang meningkat tidak pada semestinya dapat menyebabkan burung jadi galak atau emosional, mabung tidak tepat pada waktunya dan rentan over birahi.
Apabila kroto sudah diberikan dengan takaran yang berlebihan dan dampaknya burung jadi over birahi, maka tindakan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menghentikan sementara waktu pemberian kroto. Disamping itu, untuk menurunkan tingkat birahi burung yang terlalu over, pemilik bisa memberikan ulat bambu atau ulat bumbung. Memberikan ulat bumbung secara rutin dan teratur banyak dipercaya bahwa bisa menurunkan tingkat birahi terhadap burung cucak ijo yang birahinya over. Ulat bambu bisa diberikan kepada burung setiap pagi dan sore hari.
Terlepas dari itu, memberikan ulat hongkong dengan takaran berlebihan dan tidak sesuai dengan karakter burung dapat memicu penyakit katarak. Oleh sebab itu agar terhindar dari hal-hal yang cenderung kurang bagus, maka sebaiknya selalu memperhatikan porsi pemberian ulat hongkong terhadap kesesuian karakteristik burung. Disisi lain, adapun bagian ulat yang harus disisihkan atau dipotong lebih dulu sebelum diberikan adalah bagian kepala. Selain keras sehingga sulit dicerna, bagian kepala ulat hongkong juga bisa menggigit tenggorokan burung saat mengkonsumsinya.
Voer atau Poor
Di dalam pakan cucak ijo yang berupa voer terdapat banyak kandungan nutrisi yang diperlukan oleh tumbuh kembang burung seperti protein, mineral dan zat-zat lain yang mana belum tentu ada pada makanan buah-buahan segar ataupun EF. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika voer selalu tersedia pada wadah makannya agar segala kebutuhan nutrisi mampu terpenuhi dengan baik.
Sedangkan untuk jenis voer yang umum diberikan adalah yang berkadar protein sedang antara 12-18%. Namun sebaiknya poor diberikan dengan konsisten atau lebih tepatnya tidak berganti-ganti merk begitupun kadar protein terkandung di dalamnya. Sering mengganti merk beserta kadar protein yang ada pada poor, banyak dipercaya bahwa bisa membuat bulu burung jadi tampak kusam atau pudar.

sumber : http://www.situsburung.com

Setelan Harian Makanan Cucak Ijo Biar Gacor



Burung yang memiliki dominan bulu hijau dedaunan ini memang tengah menjadi salah satu pengicau yang cukup populer di kalangan kicau mania tanah air. Hal tersebut bisa terjadi bukan tanpa sebab. Pasalnya selain mempunyai perawakan yang indah nan gagah, burung bergaya tarung khas ngentrok ini ternyata juga dibekali dengan kemampuan gacor yang menjanjikan. Bukti dari suara cucak ijo yang banyak dibilang mumpuni bisa dilihat dari keanekaragaman variasinya. Sehubungan dengan itu, adapun beberapa karakter ocehan yang bisa dilantunkan olehnya antara lain ngerol, ngebren, ngekek, nembak, nyrecet dan sebagainya.

Makanan Cucak Ijo Biar Gacor

Karena memiliki banyak isian suara, tak heran apabila mulai banyak yang berinovasi untuk memoles kicauan-nya agar jadi lebih bervariasi. Disamping itu, isian yang saat ini marak digunakan untuk memaster cucak ijo adalah  suara pengicau jenis lain. Dan masteran jenis burung lain tersebut diantaranya ialah cililin, kenari, tengkek buto, cucak jenggot, lovebird, gereja tarung, murai batu, ciblek, dll. Namun supaya burung berbadan sedang sekitar 22 cm ini bisa merekam dan menirukan beberapa suara burung jenis lain itu, tentu bukanlah perkara instan. Sebab selain pola perawatan cucak ijo, pakan cucak ijo yang diberikan juga sangat menentukan potensi burung untuk kedepannya.
Mengingat masalah perawatan, setelan yang banyak diterapkan oleh para pencetak burung juara sebenarnya tidak jauh beda dengan rawatan harian yang diberikan oleh kicau mania pada umumnya. Semisal dengan rutin memandikan di pagi dan sore hari, kemudian lekas dijemur, selalu menjaga kebersihan sangkar, serta polesan tambahan seperti pemasteran. Sedangkan untuk makanan cucak ijo biar cepat gacor, pada dasarnya juga tidak sulit untuk dicari ataupun disajikan. Bisa dibilang begitu sebab pakan dari burung yang dikelompokkan pada keluarga atau suku Chloropseidae ini ialah berupa buah-buahan segar, EF (Ekstra Fooding) dan voer atau poor.
Buahan-buahan Segar
Buah-buahan segar adalah pakan cucak ijo yang alami dan paling utama saat berada di alam bebas. Adapun jenis buah-buahan yang digemari dan umum diberikan oleh para kicau mania antara lain pepaya, pisang kepok, apel merah, pir, jeruk dan lain sebagainya. Beberapa makanan cucak ijo yang berupa buah-buahan tersebut, di dalamnya terkandung beraneka macam vitamin yang sangat diperlukan untuk sistem pertumbuhan burung, termasuk pada segi kesehatan dan pengembangan kemampuan gacornya.
Khusus untuk pisang yang dibeli di pasaran atau kios-kios burung, karena pada umumnya mengandung zat-zat berbahaya seperti pestisida dan karbit, sebelum disajikan ada baiknya jika dibersihkan dengan cara dicuci terlebih dahulu. Bagian yang harus dicuci sebelum diberikan adalah pada bagian kulit pisang. Apabila tidak dibersihkan lebih dulu, maka sangat dikhawatirkan kalau zat berbahaya yang membalut pada bagian tersebut bisa mengkontaminasi bagian buah pisang.
Jika bagian daging pisang yang terkontaminasi tetap dikonsumsi, lama-kelamaan hal ini akan berdampak kurang bagus bagi kesehatan burung. Untuk jenis makanan cucak ijo yang berupa buah pepaya, karena banyak dipercaya bahwa mampu meningkatkan kekebalan tubuh burung, maka alangkah baiknya jika pemberiannya lebih ditekankan. Selain dapat meningkatkan daya tahan tubuh, rutin memberikan pepaya juga diyakini bisa melancarkan sistem pencernaan burung.
EF (Ekstra Fooding) atau Pakan Tambahan
EF atau pakan tambahan sangat berperan bagi tumbuh kembang burung. Makanan cucak ijo yang berupa Ekstra Fooding, di dalamnya terkandung kadar protein yang mana belum tentu terdapat pada buah-buahan segar. Itu sebabnya EF juga harus diberikan bersamaan dengan buah-buahan agar keduanya saling melengkapi. Sedangkan untuk jenis EF yang bisa dan umum diberikan antara lain jangkrik, kroto, belalang, orong-orong, ulat bambu atau ulat bumbung, ulat hongkong dan lain-lain.
Perlu diketahui bahwa pemberian jenis pakan EF tertentu seperti kroto dan ulat hongkong sebaiknya lebih diperhatikan. Kalau kedua pakan ijo tersebut diberikan dengan porsi yang terlalu berlebihan, maka tidak menutup kemungkinan jika justru dapat memicu dampak kurang baik. Memberikan kroto secara berlebihan, tak sedikit yang mengklaim bahwa bisa meningkatkan suhu panas pada tubuh burung. Dan suhu panas yang meningkat tidak pada semestinya dapat menyebabkan burung jadi galak atau emosional, mabung tidak tepat pada waktunya dan rentan over birahi.
Apabila kroto sudah diberikan dengan takaran yang berlebihan dan dampaknya burung jadi over birahi, maka tindakan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menghentikan sementara waktu pemberian kroto. Disamping itu, untuk menurunkan tingkat birahi burung yang terlalu over, pemilik bisa memberikan ulat bambu atau ulat bumbung. Memberikan ulat bumbung secara rutin dan teratur banyak dipercaya bahwa bisa menurunkan tingkat birahi terhadap burung cucak ijo yang birahinya over. Ulat bambu bisa diberikan kepada burung setiap pagi dan sore hari.
Terlepas dari itu, memberikan ulat hongkong dengan takaran berlebihan dan tidak sesuai dengan karakter burung dapat memicu penyakit katarak. Oleh sebab itu agar terhindar dari hal-hal yang cenderung kurang bagus, maka sebaiknya selalu memperhatikan porsi pemberian ulat hongkong terhadap kesesuian karakteristik burung. Disisi lain, adapun bagian ulat yang harus disisihkan atau dipotong lebih dulu sebelum diberikan adalah bagian kepala. Selain keras sehingga sulit dicerna, bagian kepala ulat hongkong juga bisa menggigit tenggorokan burung saat mengkonsumsinya.
Voer atau Poor
Di dalam pakan cucak ijo yang berupa voer terdapat banyak kandungan nutrisi yang diperlukan oleh tumbuh kembang burung seperti protein, mineral dan zat-zat lain yang mana belum tentu ada pada makanan buah-buahan segar ataupun EF. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika voer selalu tersedia pada wadah makannya agar segala kebutuhan nutrisi mampu terpenuhi dengan baik.
Sedangkan untuk jenis voer yang umum diberikan adalah yang berkadar protein sedang antara 12-18%. Namun sebaiknya poor diberikan dengan konsisten atau lebih tepatnya tidak berganti-ganti merk begitupun kadar protein terkandung di dalamnya. Sering mengganti merk beserta kadar protein yang ada pada poor, banyak dipercaya bahwa bisa membuat bulu burung jadi tampak kusam atau pudar.

sumber : http://www.situsburung.com

Selasa, 07 Februari 2017

Menyiapkan Burung Untuk Lomba

Image result for persiapan lomba burung

Sehubungan dengan pertanyaan dari Mas Agus Rizal (komentar di threat Murai Batu Ngebatman, bagaimana solusinya?) tentang bagaimana menyiapkan vitamin/pakan untuk burung ketika disiapkan untuk lomba, saya turunkan tulisan saya yang pernah saya kirim untuk www.kicaumanua.org, mengenai persiapan lomba, termasuk soal pakan.

Untuk maju ke lomba, perlu dilihat sejumlah aspek yang saya rangkum dalam 5W dan 1 H (mirip konsep bikin berita hehehe), yakni who, why, what, when, where (5W) dan how (1H). Keenam unsur itu akan saling terkait dalam hal kita mempersiapkan burung untuk lomba.

Aspek WHO, adalah melihat “siapa” burung kita dan “siapa” saja burung lawan. Dalam hal ini, kita harus benar2 tahu, siapakah sesungguhnya burung kita itu. Pertanyaannya, benarkah burung kita sudah siap tarung; bagaimana pengalaman tarungnya selama ini jika bertemu burung2 lain.
Burung siap tarung adalah burung dalam kondisi fit dengan bulu cukup tua (tidak habis mabung; tapi kira2 2 bulan setelah mabung), dan punya senjata andalan. Kalau burung Anda tidak fit, lebih baik tidak diikutkan lomba karena hanya akan buang2 uang, tenaga dan waktu. Juga, untuk burung yang tidak punya senjata andalan dalam hal irama/lagu, volume/suara dan gaya, sebaiknya tidak perlu diikutkan dalam lomba. Namun hal utama adalah irama/lagu.
Kondisi burung fit pun, harus benar2 disiapkan jauh hari sebelumnya. Terutama sekali, tidak dipertemukan dengan burung lain (mendengar kicau tantangan dari burung lain), minimal 7 hari sebelumnya, agar dia punya cadangan stamina dan power yang banyak di arena lomba nantinya. Selama 7 hari itupun perlu penanganan khusus, misalnya dalam hal penjemuran. Penjemuran tidak perlu lama2, tetapi yg penting dia diletakkan di ruang yang relatif panas (misalnya digantung 0,5 m di bawah atap seng, selama pukul 9-11). Hal itu diperlukan untuk memperkuat/memperpanjang nafas. Banyak orang menjemur dari pagi sampai sore burung yg disiapkan untuk lomba, tetapi hal ini bisa merusak bulu (kusam/pecah2 dll).
Penjemuran/pemanasan seperti itu dihentikan 2 hari sebelum lomba dan burung tetap dirawat seperti biasanya, hanya saja sehabis mandi, dijemur pagi hari, lantas diangin2kan dan langsung dikerodong. Tujuannya agar burung tidak terlalu cerewet yang menyebabkan dia terlalu banyak buang tenaga.
Banyak di antara kita yang sering memberi makanan tambahan bagi burung yang akan kita lombakan. Baik dari sisi jenis makanan, maupun jumlahnya. Kalau biasanya dikroto 1 sendok, maka memasuki masa lomba diberi 2 sendok dsb, atau biasanya tidak diberi kelabang maka 1-2 hari sebelum lomba diberi kelabang. Tetapi menurut saya, cara ini sebaiknya tidak dilakukan karena dengan perubahan makanan, baik jumlah maupun jenis, sering membuat burung berubah dalam penampilan.
Adanya penambahan/perubahan menu, biasanya menjadikan burung sangat2 agresif dan dia hanya terlalu banyak gerak di arena lomba tetapi pelit untuk mengeluarkan suara.
Aspek WHO berikutnya adalah tentang lawan2 kita. Siapakah lawan2 burung kita. Kalau Anda melihat calon2 lawan burung kita adalah burung yang sudah punya nama (karena memang bagus), maka Anda harus bertanya tentang aspek “WHY” dalam lomba. Ya, tanyakanlah pada diri Anda, “Mengapa saya ikut lomba?”
Kalau tujuan Anda lomba adalah untuk merebut juara, maka urungkan niat Anda jika Anda tidak yakin burung Anda punya andalan yang bisa mengungguli lawan. Tapi kalau niat Anda ingin mengetes kemampuan burung Anda, teruskan saja niat Anda… nothing to lose.
Untuk menggali lebih jauh tentang hal “who”, baik untuk burung kita sendiri atau lawan2 kita, kita akan melihat aspek WHAT. Yakni event lomba apakah yang kita ikuti ini. Kalau eventnya adalah lomba tingkat nasional, maka kita harus yakin benar bahwa burung kita pernah berprestasi di tingkat lokal ataupun regional, atau bisa juga, kita baru saja menemukan burung dengan bakat besar dan kualitas bagus meski belum pernah ikut lomba. Jika memang demikian, jalan terus saja.
Terkait dengan masalah WHAT ini kita akan melihat pula apakah ini event yang harus kita hadapi secara “biasa” atau secara “luar biasa”. “Biasa” dan “luar biasa” terkait dengan pengetahuan kita atas penyelenggara lomba dan personel juri. Penyelenggara lomba yang punya kredibilitas tinggi, tidak akan sembarangan menunjuk juri. Juri2 di lomba besar dengan insentif besar, biasanya malah tidak silau oleh gebyar sangkar atau penampilan para pemilik burung. Dalam menilai, dia benar2 berdasar pada kinerja burung dan bukan pada kondisi sangkar. Tapi ini bukan berarti bahwa juri dalam lomba yang biasa2 saja adalah juri yang tidak bisa dipercaya. Tidak, sama sekali tidak. Hanya saja, dengan pengetahuan kita tentang “event apakah ini”, maka membuat kita siap mental bila terjadi “apa2” dalam hal penjurian.
Setelah who, why dan what, kita masuk ke masalah WHERE, yakni di manakah digelar lomba. Unsur “di mana” ini harus kita ketahui benar, misalnya dari sisi jarak tempuh dan kondisi riil arena lomba. Kalau jarak tempuh lebih dari 2 jam perjalanan darat (ini di daerah; kalau di Jakarta, lain kali ya), sebaiknya Anda datang sehari sebelumnya di kota tempat lomba. Hal ini untuk memberi istirahat yang cukup bagi burung sebelum tampil di arena.
Terkait aspek WHERE ini adalah kondisi lapangan yang Anda juga harus tahu sebelumnya. Pastikan Anda tahu apakah arena tersebut terbuka dari sinar matahari atau tertutup rimbunnya pepohonan atau ditutup dengan tenda. Pastikan burung Anda tidak akan terpengaruh dengan kondisi lapangan seperti itu. Atau kalau burung Anda tidak terbiasa dengan arena yang direncanakan untuk lomba, maka dengan mengetahui kondisi lapangan jauh hari sebelumnya, Anda bisa mengkondisikan burung Anda.
Aspek berikut adalah WHEN. Masalah “kapan” lomba digelar, Anda juga harus paham, terutama berkaitan dengan musim/cuaca. Jika cuaca berangin, maka pastikan bahwa sangkar burung Anda cukup berat sehingga tidak akan terayun-ayun di gantangan. Jika sangkar Anda terbuat dari bahan yang ringan, maka tidak ada salahnya pada dasar sangkar (dibawah jeruji dasar) Anda menambahkan batu/besi sehingga sangkar tidak akan terayun-ayun oleh angin. Jika cuaca berangin, pastikan pula plastik yang biasanya kita pasang pada dasar sangkar sebagai pencegah sangkar kena kotoran burung, dilepas. Jika tidak dilepas, seringkali plastik ini tersingkap yang menyebabkan burung kita ketakutan dan tidak kerja di arena lomba. Juga jika cuaca berangin, buatlah sangkar Anda sedemikian rupa sehingga tidak mungkin ada daun/kotoran dari pohon, menerobos masuk ke sangkar. Daun/kotoran yang masuk ke sangkar, biasanya menyebabkan burung macet bunyi dan malah memain2kan daun/kotoran itu.
Setelah persoalan2 5W saya kemukakan, maka perlu kiranya saya sampaikan sejumlah “HOW” mulai dari pakan sampai sikap kita dalam lomba:
1. Jangan pernah tinggalkan makanan, kecuali air minum, ketika burung mulai digantangkan di arena.
2. Jangan pernah teriak2 dalam lomba karena teriak2 tidak berpengaruh apa2 kecuali malah memberi “perlindungan” bagi juri yang akan berbuat tidak jujur dalam lomba. Adanya suara gaduh, membuat suara burung tidak terdengar jelas dari luar arena. Hal ini bisa membuat juri memberikan penilaian apa saja, dengan berpikir, “Toh kalian semua (pemilik burung) tidak mendengar apapun di arena lomba kecuali jerit teriakan.”
3. Jangan pernah tinggalkan burung di kawasan lomba tanpa pengawasan.
4. Jangan gantung/letakkan sangkar di sembarang tempat. Waspadai keberadaan serangga/semut pengganggu burung.
====================================================
Sekadar info sebelum saya tutup tulisan ini, untuk mempersiapkan burung jawara, Anda perlu membaca yang satu ini: Rahasia Burung Jawara.
Atau Anda ingin tahu rahasia lebih jauh bagaimana merawat burung, pengetahuan tentang doping yang baik dan tidak baik? Ya, silakan menjadi member Om Kicau Hotline.
====================================================
Demikian kawan sejumlah hal yang bisa saya sampaikan untuk Anda semua. Barangkali masih banyak hal yang belum saya sampaikan di sini mengingat keterbatasan ingatan saya. Perlu kiranya saya tegaskan lagi bahwa PADA KENYATAANNYA BANYAK BURUNG BISA JADI JAWARA TANPA PERSIAPAN MACAM2.

sumber : https://omkicau.com


Jumat, 16 Desember 2016

Ternyata Begini...!!! Perawatan cucak hijau Gass Poll, andalan Ji Leho (Team Elite Surabaya)

Cucak hijau Gass Poll saat ini sedang naik daun. Gaco andalan Ji Leho, pimpinan Team Elite Surabaya, ini baru saja moncer dalam Latpres Marhaban Yaa Ramadhan yang digelar Paduka BC di Gresik, Minggu (26/6).

Dalam even tersebut, cucak hijau Gass Poll tampil sebagai juara kedua di Kelas B. Sebelumnya, Gass Poll juga moncer dalam gelaran Doel Petir Cup di Gantangan Dewa 99, Medaeng, Sidoarjo (19/6).

Selain sukses bersama Gass Poll, Ji Leho juga moncer bersama lovebird Saodah yang meraih juara 1 Kelas E. Team Elite juga sukses menjuarai beberapa kelas, termasuk cucak hijau Bat Country milik Om Pataga (juara 1 Kelas C).

Prestasi Gass Poll ini membuat Ji Leho merasa bangga. “Awalnya saya ragu untuk menurunkan Gass Poll, karena burung baru saja rampung mabung. Namun berkat motivasi dari Om Wawan, penasihat Team Elite Surabaya, saya tak ragu lagi,” ujar Ji Leho.

Akhirnya cucak hijau Gass Poll mampu meraih hasil maksimal di Gresik. Jika tidak ada aral melintang, Team Elite Surabaya bakal mengikuti even kolosal Piala Raja di Candi Prambanan, 4 September 2016.

“Kami akan datang full team, didukung beberapa pemain senior seperti Om Pataga, Om Mas’ud, Om Supri, Om Taufik, Om Amir, dan lain-lain. Semoga Team Elite Surabaya bisa berbicara banyak di Piala Raja,” tambahnya.

Mengenai perawatan cucak hijau Gass Poll, Ji Leho mengatakan biasa-biasa saja. Bahkan perawatan harian dan persiapan jelang lomba pun tak banyak berbeda. Berikut ini ringkasannya:

Pagi hari, sekitar pukul 06.00, burung dianginkan di teras dengan diberi 1 ekor jangkrik.
Sekitar pukul 07.00, burung dijemur. Durasi penjemuran cukup 1 jam saja.
Usai dijemur, burung kembali dianginkan. Selanjutnya cepuk diisi air bersih untuk keperluan mandi Gass Poll.
Setelah mandi, sangkar dibersihkan dan burung kembali diberi 1 ekor jangkrik.
Persiapan lomba dilakukan pada H-1, namun hanya berupa full kerodong agar burung bisa istirahat total. Adapun kebutuhan pakan, termasuk extra fooding, sama seperti perawatan harian.

“Saya sama sekali tidak mengubah porsi EF untuk Gass Poll. Kalau sudah tiba di lapangan, dan waktu lomba tinggal satu sesi, kerodong dibuka. Burung diberi seekor jangkrik. Sudah, cuma itu saja,” jelas Ji Leho.

Hanya dengan perawatan simpel seperti itulah, cucak ijo Gass Poll sudah siap digantang, menantang lawan-lawannya. (OK-1)

Semoga bermanfaat.

sumber : https://omkicau.com/2016/06/29/perawatan-cucak-hijau-gass-poll-andalan-ji-leho-team-elite-surabaya/

Jumat, 02 Desember 2016

Daftar Harga Burung Kenari Semua Jenis Terbaru

Harga Burung Kenari Lokal & Import

  1. Kenari Yorkshire Jantan Lokal : Rp. 1jt – Rp. 4.500.000
  2. Kenari Lanchasire Jantan Impor : Rp. 8jt
  3. Kenari Lanchasire Betina Lokal :  Rp. 8.000.000
  4. Kenari Yorkshire Betina Impor : Rp. 6.500.000
  5. Kenari Giant Crested : Rp. 5.000.000
  6. Kenari Norwich : Rp. 3jt
  7. Kenari F2 Yorkshire Anakan : Rp. 2.500.000 – Rp. 3.000.000
  8. Kenari Spanish Timbardo : Rp. 2.000.000
  9. Kenari Goldfinch : Rp. 2.000.000
  10. Kenari F1 Yorkshire Anakan : Rp. 1.500.000
  11. Kenari Border Dewasa (Jantan/Betina) : Rp. 1.600.000
  12. Kenari Red Intensif Jantan : Rp. 1.600.000
  13. Kenari Fancy : Rp. 1.500.000
  14. Kenari Gloster : Rp. 1.500.000
  15. Kenari Agate : Rp. 1.500.000
  16. Kenari Mozaic : Rp. 1.300.000
  17. Kenari Frill : Rp. 1.550.000
  18. Kenari Red Intensif Betina : Rp. 1jt
  19. Kenari Lizard Dewasa : Rp. 1.000.000
  20. Kenari Border Anakan : Rp. 900rb
  21. Kenari Phaeo : Rp. 900.000 – Rp. 700.000
  22. Kenari Taiwan Jantan : Rp. 800rb
  23. Kenari Red Frost : Rp. 750.000 – Rp. 450.000
  24. Kenari Lizard Anakan : Rp. 650rb
  25. Kenari Taiwan Betina : Rp. 550.000
  26. Kenari Holland Mix : Rp. 650.000 – Rp. 350.000
  27. Kenari Gloster Anakan : Rp. 550rb
  28. Kenari AF Yorkshire Bakalan : Rp. 500.000 – Rp. 300.000
  29. Kenari Lokal Orange Anakan : Rp. 400rb – Rp. 300rb
  30. Kenari Lokal Putih Bakalan : Rp. 300rb
  31. Kenari Lokal Hijau Anakan : Rp. 200rb
  32. Kenari Lokal Bond Bakalan : Rp. 200.000
  33. Kenari Lokal Kuning Anakan : Rp. 200rb
Tidak ada kebenaran yang pasti mengenai harga Kenari yang telah kami sampaikan. Karena semuanya kembali pada permintaan pasar dan ketersediaan burung ditempat anda. Untuk itu, selain membaca informasi mengenai daftar harga burung Kenari disini, anda juga harus mencari informasi mengenai pasaran harga disini. Jadikanlah informasi ini sebagai patokan dasar saja sebelum anda memilih Kenari jenis apa yang ingin anda beli.
sumber : burung.id

Sabtu, 26 November 2016

Kamu Harus Tau Rahasia ini..!!! Cara Perawatan Cucak Ijo Gacor Ngentrok

Dalam rawatan aneka macam jenis burung berkicau, salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu adalah ketika dimana ia lekas rajin buka paruh dengan pembawaan lagu yang lantang dan bervariasi. Pernyataan serupa juga tak jarang diidamkan oleh para kicau mania selaku pemilik burung cucak ijo. Namun untuk untuk memperoleh burung yang berkemampuan mumpuni khususnya pada segi berkicau, tentu bukanlah perkara yang instan. Pasalnya, selain ketepatan pada pemilihan burung bakalan atau bahan, faktor lain yang sangat mendukung dan menjadi prioritas utama guna tercapainya burung yang rajin gacor adalah pada kesesuaian pola perawatan harian yang diberikan.

Apabila pemilihan cucak ijo pada waktu masih bakalan sudah tepat, begitupun rawatan atau setelan hariannya telah diberjalankan dengan baik, benar, teratur, konsisten, teratur, dan sesuai dengan karakternya, niscaya ia akan lekas gacor dengan suara yang lantang dan bervariasi. Akan tetapi kalau pemilihan burung yang masih bahan kurang tepat misalkan kondisinya masih ganas atau belum jinak, maka tindakan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menjinakkan-nya. Burung bakalan yang ganas atau belum jinak sendiri, biasanya adalah burung yang merupakan hasil tangkapan hutan. Oleh karena itu rawatan cucak ijo supaya gacor dengan metode menjinakkan-nya, yang mana merupakan hasil dari tangkapan hutan, adalah pilihan yang tepat.

Sehubungan dengan cucak ijo hasil tangkapan hutan sebagaimana yang telah dikatakan seperti di atas, dimana bahwa menjinakkan-nya adalah upaya yang paling tepat, bisa dikatakan begitu bukan tanpa sebab. Pasalnya apabila burung belum jinak otomatis akan lebih sulit untuk diberi pemasteran, karena ia bisa jadi kurang fokus pada masteran dan hanya justru cenderung gelabakan kesana kemari lantaran sifatnya yang masih liar. Itulah sebabnya burung yang masih ganas, ada baiknya jika dijinakkan terlebih dahulu supaya lebih mudah dimasteri. Terlepas dari itu, cara perawatan cucak ijo gacor , cukup berbeda dengan cucak yang kondisinya sudah jinak. Dimana kita hanya perlu memberikan pakan yang tepat, pemilihan sangkar yang sesuai serta selalu menjaga kebersihannya, pemandian teratur, dan pemasteran.
Pemilihan Pakan Cucak Ijo yang Tetap
Cara merawat cucak ijo supaya ngentrok yang paling berpengaruh adalah pada ketepatan pemberian pakan. Dengan kata lain, semakin bagus pakan yang diberikan maka makin besar pula peluang burung untuk rajin gacor. Disamping itu, makanan cucak ijo saat berada di alam bebas pada umumnya hanya berupa buah-buahan segar dan EF. Untuk buahan segar seperti pisang dan pepaya misalnya. Sedangkan untuk EF meliputi serangga seperti jangkrik dan belalang, serta berbagai jenis ulat terutama ulat bambu. Namun untuk burung cucak ijo yang dipelihara, tentunya berbeda dengan saat dimana ia berada di alam bebas.
Cucak ijo ketika berada di alam bebas pastinya akan leluasa berterbangan kesana kemari. Berbeda dengan burung yang berada di dalam sangkar, yang hanya bisa berdiam diri dan merasa kurang leluasa, sehingga sangat memungkinkan kalau bisa membuatnya lebih rentan stres. Dan untuk penanganan burung peliharaan yang mudah stres, saat ini telah banyak voer yang mengandung bahan-bahan tertentu yang mana bisa mengurangi dan mencegah terjadinya stres. Jadi supaya cucak ijo yang dipelihara tidak rentan terhadap stres, maka tidak ada salahnya jika ia rutin diberi voer anti stres.
Sangkar, Tangkringan, dan Tempat Mandi Burung
Pemilihan sangkar, penempatan atau pola tangkringan, ditambah wadah mandi burung, ternyata juga tergolong sebagai salah satu cara perawatan cucak ijo bakalan atau dewasa. Disamping itu, karena burung yang memiliki nama latin Chloropsis sonnerati ini merupakan pengicau yang aktif bergerak, maka sangat dianjurkan untuk tidak memberikan sangkar yang berukuran terlalu kecil.
Selain itu, karena ia juga termasuk burung yang aktif maka ada baiknya jika di dalam sangkar disediakan 2 tangkringan yang polanya sejajar. Tujuannya agar burung bisa leluasa bergerak sehingga membuatnya lebih sehat. Terakhir, burung dari genus Chloropsis ini sebenarnya cukup gemar mandi sendiri. Oleh sebab itu, sangat baik jika menyediakan wadah mandi burung pada bagian dalam sangkar.
Pemandian yang Teratur
Untuk memandikan burung, pemilik bisa menyesuaikan karakternya. Kalau ia lebih suka mandi sendiri, maka bisa hanya dengan memberikan wadah mandi di dalam sangkarnya atau juga bisa memandikannya dengan cara memasukkan pada keramba mandi. Namun apabila cucak ijo enggan untuk mandi sendiri, maka pemandian bisa dilakukan dengan cara semprot menggunakan sprayer. Dan untuk waktu pemandian burung sendiri bisa diterapkan dua kali sehari yaitu di pagi da sore hari.
Untuk pagi hari, pemandian bisa dimulai pada pukul 08.00 dan kemudian burung lekas dijemur. Sedangkan sore hari, agar burung tidak kedinginan maka tepatnya dilakukan jam 15.00 dan usahakan jangan memandikannya sampai basah kuyup. Namun apabila memasuki musim penghujan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka memandikan burung bisa dilakukan hanya satu kali dalam sehari, yaitu di pagi hari.
Kebersihan Sangkar
Cara merawat cucak ijo dengan selalu menjaga kebersihan sangkar, juga betujuan agar dapat menjaga kesehatannya. Mengkondisikan sangkar untuk selalu bersih, dipercaya bahwa mampu membuat burung merasa lebih nyaman. Dan apabila burung lebih nyaman, maka cukup memungkinkan kalau nantinya ia menjadi lebih fokus dalam merekam suara isian saat proses pemasteran berlangsung. Membersihkan sangkar burung amat baiknya jika dilakukan setiap pagi dan sore hari. Disamping itu, biasanya wadah minum burung juga sering kotor atau tumbuh lumut, sehingga harus selalu dibersihkan agar burung terhindar dari ancaman bakteri jahat saat minum.
Memaster Cucak Ijo
Pemasteran termasuk perawatan cucak ijo gacor paling dianjurkan, yang mana telah marak diterapkan oleh para kicau mania dan sudah banyak menuaikan hasil yang positif. Perawatan ini bisa langsung menggunakan cucak ijo yang sudah jadi atau menggunakan audio mp3 suara cucak ijo. Untuk waktu memaster sendiri bisa dilaksanakan di pagi, siang, sore, atau bahkan malam hari. Semakin rutin memberikan pemasteran, maka kemungkinan burung untuk gacor ngentrok makin besar pula.
Supaya burung tetap nyaman saat dimaster sehingga lebih mampu fokus dalam merekam suara isian yang diberikan, ada baiknya jika ia dimandikan dan dibersihkan kandangnya terlebih dahulu. Namun kalau pemasteran sudah rutin diterapkan dengan waktu yang lama, tetapi ia belum mau gacor juga, maka bisa mencoba memberikan terapi atau memancing bunyinya menggunakan suara cucak ijo betina.

Sumber : http://www.situsburung.com/cara-perawatan-cucak-ijo-gacor/

Jumat, 25 November 2016

6 Ramuan Tradisional Untuk Perawatan Cucak Ijo

Para pemelihara burung berkicau seperti Cucak Ijo pada zaman dahulu dalam mengatasi berbagai masalah perawatan menggunakan ramuan tradisional, hal tersebut dilakukan mungkin karena belum adanya produsen obat khusus untuk burung pada waktu itu. Pengobatan menggunakan ramuan tradisional pada CI memang sudah banyak yang membuktikan kemanjurannya dan tentunya tidak banyak mengeluarkan biaya.

ramuan-tradisional-untuk-cucak-ijo


Perawatan murah untuk burung berkicau


Pengobatan dengan ramuan tradisional memang bisa menjadi solusi bagi anda yang kebetulan sedang berkantong tipis, karena bahan-bahan yang diperlukan tidak mahal atau bahkan bisa anda dapatkan disekitar lingkungan anda. Berikut beberapa ramuan tradisional untuk atasi permasalahan burung Cucak Ijo anda:

#1. Cucak ijo kurang gacor

Ramuan tradisional berikut untuk mengatasi CI yang sudah berumur lebih dari 1 tahun namun tidak gacor. 
Masukan tempat minuman yang berisi madu kedalam sangkar. Oleskan madu pada pisang yang akan diberikan pada burung dan berikan EF jangkrik 1 ekor pagi dan sore hari (*buang kepala jangkrik, kemudian masukan jahe seukuran voer kedalam tubuh jangkrik).

 

#2. Menjernihkan suara cucak ijo

Bagi anda yang burung  CI-nya sedang bersuara serak, cobalah ramuan tradisional berikut untuk mengatasinya.
Berikan air teh yang tidak terlalu manis dan campurkan air perasan jeruk nipis (cukup setengah potong jeruk nipis) sebagai pengganti air minum. Pemberian air minum tersebut cukup 2 kali dalam seminggu.

 

#3. Ramuan tradisional untuk menjaga kesehatan cucak ijo

Menjaga kesehatan burung CI sangat penting agar tubuh selalu dalam kondisi fit dan selalu rajin berkicau.
Sediakan jahe, kunyit, dan kencur *masing-masing cukup 1 ruas/buah. Kemudian semua bahan tersebut diparut dan diperas airnya. Air perasan tersebut anda campurkan kedalam tempat minum burung. (*jika burung tidak mau minum, ambil tempat makan, minum, dan pisang selama penjemuran. Setelah proses penjemuran selesai baru kemudian masukan tempat minum yang sudah dicampurkan air perasan tersebut, biasanya burung akan langsung meminumnya). Lakukan pemberian ramuan tradisional ini minimal 1 bulan sekali.

#4. Mematikan bakteri pada sangkar

Kotoran burung yang terdapat dalam sangkar bisa menimbulkan berbagai macam bakteri yang berbahaya bagi kesehatannya, untuk itu pembersihan kandang perlu dilakukan setiap saat agar terhindar dari tumbuhnya bakteri.

Selain pembersihan, kandang juga perlu disterilkan yaitu dengan menggunakan ramuan tradisional berikut.
Siapkan sprayer/semprotan dan 1 batang rokok. Buka bungkus rokok dan ambil isinya, kemudian rendam dalam wadah yang berisi air kurang lebih 1 liter selama satu hari. Air rendaman rokok dimasukan kedalam sprayer, lalu gunakan untuk menyemprot kandang/sangkar sesudah kotoran dibersihkan terlebih dahulu. Setelah disemprot kemudian bilas sangkar dengan air biasa sampai aroma tembakau hilang. Lakukan penyemprotan air tembakau tersebut minimal 2 minggu sekali.

 

#5. Mengatasi kutu pada burung

Burung yang terdapat kutu pada bulunya tentunya akan sangat tidak menarik diperhatikan karena biasanya akan selalu menyisir bulu dan efeknya jadi tidak mau berkicau. Untuk mengatasi hal tersebut cobalah lakukan pengobatan dengan ramuan berikut.
Bahan yang diperlukan adalah kapur sirih (1 sendok), daun sirih (6-10 lembar), dan sprayer. Cara membuat ramuannya, rebus daun sirih dan kapur sirih dalam wadah berisi 2 liter air sampai mendidih. Setelah selesai direbus, biarkan sampai dingin.  
Setelah air rebusan dingin, masukan kedalam sprayer dan gunakan untuk menyemprot burung yang terkena kutu sampai basah bulu-bulunya. Kemudian angin-anginkan burung sampai bulu-bulunya agak sedikit mengering dan selanjutnya burung disemprot dengan air biasa sampai basah kuyup, lalu diangin-anginkan kembali sampai kering baru kemudian dikerodong. Proses pengobatan kutu ini bisa dilakukan 2 hari sekali pada waktu  pagi dan sore hari.

#6. Ramuan tradisional EF untuk cucak ijo

Extra fooding atau makanan tambahan memang sangat diperlukan untuk burung peliharaan. Berikut makanan tambahan yang bisa anda racik untuk burung CI kesayangan anda.
Sediakan 1 putih telur, 2 sendok kroto bersih, 1 apel merah yang sudah dihaluskan. Kemudian campurkan semua bahan dan aduk hingga merata, selanjutnya siapkan wadah yang kedap udara (bisa menggunakan toples plastik) kemudian olesi minyak goreng. Masukan ramuan kedalam wadah tadi, lalu taruh di kulkas. Berikan ramuan tersebut 1 sendok teh setelah burung dijemur. *ramuan yang disimpan dalam kulkas bisa bertahan kurang lebih selama 6-8 hari, jika ramuan sudah berbau tidak sedap sebaiknya jangan diberikan.

Itulah beberapa ramuan tradisional yang bisa anda berikan pada burung cucak ijo, semoga bisa membuat CI anda tetap sehat dan tampil prima setiap saat.

sumber : http://www.suaraburungs.com/2015/01/ramuan-tradisional-untuk-cucak-ijo.html