Tampilkan postingan dengan label KACER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KACER. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 April 2017

Penyebab dan Cara Mengobati Burung Kacer Serak Lengkap.. Begini...

Cara Mengobati Burung Kacer Serak Lengkap

Mengobati Kacer Serak disebabkan Salah Pakan
Sebagaimana yang sudah disinggung diatas bahwa Penyebab Burung Kacer Serak yaitu karena pemberian pakan. Maksud dari pemberian pakan disini yaitu pemberian terhadap voer yang sudah kadarlawasa atau tidak layak, kemudian juga pemberian kroto yang sudah basi juga dapat menyebabkan Burung Kacer Serak. Untuk mengobatinya yaitu dengan memberikan burung air putih yang sehat dan bersih ke burung tersebut. Tidak lupa juga anda wajib mengganti pakan pakan yang kadarluasa atau basi dengan pakan yang baru atau yang lebih sehat.
Mengobati Kacer Serak disebabkan Sirkulasi Udara Yang Buruk
Salah satu Penyebab Kacer Serak lainnya yaitu terjadinya sirkulasi udara yang buruk, biasanya kondisi tersebut akan membuat si burung menjadi sesak nafas sehingga dapat menyebabkan burung serak. Kemudian untuk mengobatinya dengan menempatkan kandang burung di tempat yang nyaman, kondusif serta mempunyai sirkulasi udara yang bagus dan sehat.
Mengobati Kacer Serak disebabkan Sering Ditrek
Selain kedua penyebab yang kami bahas diatas, faktor utama yang menyebabkan Burung Kacer Serak yaitu terlalu seringnya ditrek. Lalu untuk mengatasi atau mengobatinya dengan mengistirahatkan kacer dari segala bentuk aktivitas seperti latihan atau pun perlombaan hingga burung kacer sembuh dan fit total.
Mengobati Kacer Serak disebabkan Penjemuran
Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa salah satu Penyebab Kacer Serak yakni disebabkan oleh penjemuran yang salah. Asal anda tahu penjemuran yang lama dapat menyebabkan kualitas Burung Kacer Serak, untuk mengobatinya sebaiknya jangan menjemur kacer terlalu lama. Jemurlah kacer dibawah 2 jam dan hindari juga penjemuran diatas jam 10 pagi.
sumber : http://manukgacor.com

Selasa, 07 Februari 2017

Setelan Makanan Kacer Harian Supaya Buka Paruh dan Gacor Ngerol


Image result for kacer mbagong

 Dalam merawat aneka macam jenis burung berkicau, waktu yang paling dinanti-nanti oleh setiap pemiliknya adalah ketika ia mau lekas buka paruh dengan tembakan yang lantang nan bervariasi. Hal tersebut, pastinya juga banyak diidamkan oleh para kicau mania selaku pemelihara burung yang mempunyai nama latin Copsychus saularis ini. Namun untuk memperoleh pengicau yang berkemampuan mumpuni, terutama pada segi gacoran-nya, tentu bukanlah perkara instan. Pasalnya selain pola perawatan kacer harian, pakan kacer yang diberikan juga sangat menentukan potensi burung untuk kedepannya.


Mengingat pernyataan tersebut, setelan harian yang umum diberikan oleh para pencetak burung jawara terhadap pengicau yang dikelompokkan pada genus Copsychus ini, sebenarnya tidaklah terlalu rumit ataupun sulit untuk dilaksanakan. Semisal dengan rutin memandikan, menjemur, selalu menjaga kebersihan sangkar, pemasteran, dan lain sebagainya. Apabila rawatan harian sudah diberikan dengan baik, benar, teratur, konsisten, dan sesuai dengan karakter daripada burung itu sendiri, maka hal yang harus diperhatikan selanjutnya adalah pada segi pakan atau makanan kacer supaya cepat buka paruh.
Sehubungan dengan pakan kacer, pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan makanan yang dikonsumsi-nya ketika berada pada habitat asalnya. Hanya saja, agar beraneka macam jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh pertumbuhan burung berbadan gempal ini mampu tercukupi dengan sempurna, maka tidak ada salahnya jika sedikit divarisi ataupun ditambah dengan pakan lainnya. Dan salah satu jenis pakan lain selain yang alami, yang mana bisa diberikan kepada pengicau bernama lain Kucica Kampung ini ialah veor. Untuk lebih lengkapnya, mengenai makanan kacer cepat gacor sebagai berikut;
Pakan EF atau Ekstra Fooding
Peran EF (Ekstra Fooding) bagi burung berkicau jenis lain, khususnya pemakan buah-buahan segar seperti cucak ijo dan pleci, umumnya hanya diberikan sebagai pakan tambahan. Akan tetapi untuk burung yang berkerabat dekat dengan murai batu ini, EF berperan sebagai makanan utamanya yang alami saat berada di habitat asalnya. Makanan kacer gacor yang berupa EF, untuk jenis-jenisnya yang mana banyak diberikan oleh para kicau mania sekaligus paling digemari olehnya, antara lain jangkrik, orong-orong, belalang hijau, kroto, ulat hongkogng, cacing tanah, ulat bambu ulat bumbung, dan lain-lain.
Meskipun merupakan santapan utamanya, akan tetapi untuk jenis-jenis tertentu harus lebih diperhatikan akan pemberiannya. Khusus untuk Ekstra Fooding yang berupa serangga seperti orong-orong, jangkrik, dan belalang, ada bagian yang sebaiknya disisihkan. Sehubungan dengan itu, adapun bagian serangga yang seharusnya dipotong terlebih dahulu sebelum diberikan kepada burung ialah kepala, kaki, dan bulu atau sayap. Bagian-bagian tersebut, banyak dibilang bahwa cukup sulit untuk dicerna dan bahkan bisa melukai bagian tenggorokan burung kalau ikut termakan.
Selain makanan kacer EF seperti serangga misalnya, jenis pakan kacer lain yang juga harus diperhatikan pemberian-nya adalah ulat hongkong. Dan salah satu bagian yang harus dipotong sebelum disajikan kepada burung adalah kepala. Kalau kepala tidak dipotong lebih dulu ketika hendak diberikan, dampak buruknya yaitu tenggorokan burung bisa tergigit oleh bagian kepala ulat tersebut. Disamping itu, memberikan ulat hongkong dengan porsi tinggi yang berlangsung secara berkepanjangan, dapat memicu resiko penyakit katarak yang menyerang bagian mata burung.
Khusus untuk jenis pakan EF yang berupa kroto, karena mudah membusuk maka sebaiknya jangan berikan dengan jumlah yang banyak, tetapi sekiranya bisa langsung habis disantap oleh burung dalam sekali makan. Kalau kroto tidak segera habis dan membusuk, tapi masih dimakan oleh kacer, hal ini dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak yang kurang baik, misalnya gangguan pada sistem pencernaan. Selain itu, pemberian ktoro yang berlebihan juga bisa meningkatkan suhu panas pada tubuh burung, jika ini berlangsung lama, tidak menutup kemungkinan kalau dapat membuatnya jadi over birahi.
Apabila misalnya kroto sudah terlanjur diberikan secara berlebihan, dan dampaknya burung pun jadi over birahi, sehingga enggan untuk buka paruh, maka salah satu tindakan yang bisa dilakukan oleh sang pemiliknya adalah dengan rutin memberikan ulat bambu / ulat bumbung. Selama diberi ulat bumbung, sebaiknya pemberian kroto diberhentikan untuk sementara waktu. Rutin memberikan ulat bambu berfungsi untuk menurunkan tingkat birahi terhadap burung berkicau jenis tertentu yang mana sedang mengalami over birahi, termasuk kacer.
Pakan Voer atau Poor
Voer atau poor ternyata juga merupakan pakan kacer cepat gacor selain EF. Peran dari voer sendiri, setidaknya hampir sama halnya dengan EF. Dimana keduanya memang sama-sama memiliki kandungan protein tinggi yang sangat dibutuhkan oleh tumbuh kembang burung. Namun kandungan yang ada pada EF belum tentu juga terdapat di dalam voer. Oleh karena itu, supaya beraneka macam nutrisi yang diperlukan oleh tubuh burung bisa terpenuhi secara sempurna, maka ada baiknya jika veor dan EF diberikan secara bersamaan agar keduanya saling melengkapi satu sama lain.
Namun pada dasarnya belum tentu semua burung bisa langsung gemar terhadap pakan veor. Sebagian burung yang merupakan hasil ternak atau budidaya, umumnya sejak masih piyikan memang sudah terbiasa diloloh poor, sehingga wajar kalau ia sudah gemar untuk menyantapnya. Tetapi untuk burung tangkapan hutan, karena di alam bebas tidak ada voer, cukup patut kalau ia enggan memakannya. Mengingat alangkah bagusnya voer terhadap pertumbuhan burung, jadi apabila kacer yang dirawat masih belum mau mengkonsumsi-nya, maka sebaiknya lekas dilatih supaya mau memakan pakan kacer kering ini.
Agar terjauh dari hal-hal yang kurang diinginkan, misalnya gangguan sistem pencernaan burung menjadi terganggu, maka sebaiknya rutin memeriksa kondisi voer setiap 2 hari sekali. Apabila terlihat sekiranya sudah tidak memungkinkan untuk dimakan, terlebih lagi kalau sudah menjamur, ada baiknya jika segera diganti dengan voer yang lebih baru. Disamping itu, tidak konsisten dalam memberikan merk poor beserta kadar protein-nya, banyak diyakini bahwa bisa menyebabkan perubahan pada warna bulu yang cenderung jadi lebih kusam atau memudar.

sumber : http://www.situsburung.com


Menyiapkan Burung Untuk Lomba

Image result for persiapan lomba burung

Sehubungan dengan pertanyaan dari Mas Agus Rizal (komentar di threat Murai Batu Ngebatman, bagaimana solusinya?) tentang bagaimana menyiapkan vitamin/pakan untuk burung ketika disiapkan untuk lomba, saya turunkan tulisan saya yang pernah saya kirim untuk www.kicaumanua.org, mengenai persiapan lomba, termasuk soal pakan.

Untuk maju ke lomba, perlu dilihat sejumlah aspek yang saya rangkum dalam 5W dan 1 H (mirip konsep bikin berita hehehe), yakni who, why, what, when, where (5W) dan how (1H). Keenam unsur itu akan saling terkait dalam hal kita mempersiapkan burung untuk lomba.

Aspek WHO, adalah melihat “siapa” burung kita dan “siapa” saja burung lawan. Dalam hal ini, kita harus benar2 tahu, siapakah sesungguhnya burung kita itu. Pertanyaannya, benarkah burung kita sudah siap tarung; bagaimana pengalaman tarungnya selama ini jika bertemu burung2 lain.
Burung siap tarung adalah burung dalam kondisi fit dengan bulu cukup tua (tidak habis mabung; tapi kira2 2 bulan setelah mabung), dan punya senjata andalan. Kalau burung Anda tidak fit, lebih baik tidak diikutkan lomba karena hanya akan buang2 uang, tenaga dan waktu. Juga, untuk burung yang tidak punya senjata andalan dalam hal irama/lagu, volume/suara dan gaya, sebaiknya tidak perlu diikutkan dalam lomba. Namun hal utama adalah irama/lagu.
Kondisi burung fit pun, harus benar2 disiapkan jauh hari sebelumnya. Terutama sekali, tidak dipertemukan dengan burung lain (mendengar kicau tantangan dari burung lain), minimal 7 hari sebelumnya, agar dia punya cadangan stamina dan power yang banyak di arena lomba nantinya. Selama 7 hari itupun perlu penanganan khusus, misalnya dalam hal penjemuran. Penjemuran tidak perlu lama2, tetapi yg penting dia diletakkan di ruang yang relatif panas (misalnya digantung 0,5 m di bawah atap seng, selama pukul 9-11). Hal itu diperlukan untuk memperkuat/memperpanjang nafas. Banyak orang menjemur dari pagi sampai sore burung yg disiapkan untuk lomba, tetapi hal ini bisa merusak bulu (kusam/pecah2 dll).
Penjemuran/pemanasan seperti itu dihentikan 2 hari sebelum lomba dan burung tetap dirawat seperti biasanya, hanya saja sehabis mandi, dijemur pagi hari, lantas diangin2kan dan langsung dikerodong. Tujuannya agar burung tidak terlalu cerewet yang menyebabkan dia terlalu banyak buang tenaga.
Banyak di antara kita yang sering memberi makanan tambahan bagi burung yang akan kita lombakan. Baik dari sisi jenis makanan, maupun jumlahnya. Kalau biasanya dikroto 1 sendok, maka memasuki masa lomba diberi 2 sendok dsb, atau biasanya tidak diberi kelabang maka 1-2 hari sebelum lomba diberi kelabang. Tetapi menurut saya, cara ini sebaiknya tidak dilakukan karena dengan perubahan makanan, baik jumlah maupun jenis, sering membuat burung berubah dalam penampilan.
Adanya penambahan/perubahan menu, biasanya menjadikan burung sangat2 agresif dan dia hanya terlalu banyak gerak di arena lomba tetapi pelit untuk mengeluarkan suara.
Aspek WHO berikutnya adalah tentang lawan2 kita. Siapakah lawan2 burung kita. Kalau Anda melihat calon2 lawan burung kita adalah burung yang sudah punya nama (karena memang bagus), maka Anda harus bertanya tentang aspek “WHY” dalam lomba. Ya, tanyakanlah pada diri Anda, “Mengapa saya ikut lomba?”
Kalau tujuan Anda lomba adalah untuk merebut juara, maka urungkan niat Anda jika Anda tidak yakin burung Anda punya andalan yang bisa mengungguli lawan. Tapi kalau niat Anda ingin mengetes kemampuan burung Anda, teruskan saja niat Anda… nothing to lose.
Untuk menggali lebih jauh tentang hal “who”, baik untuk burung kita sendiri atau lawan2 kita, kita akan melihat aspek WHAT. Yakni event lomba apakah yang kita ikuti ini. Kalau eventnya adalah lomba tingkat nasional, maka kita harus yakin benar bahwa burung kita pernah berprestasi di tingkat lokal ataupun regional, atau bisa juga, kita baru saja menemukan burung dengan bakat besar dan kualitas bagus meski belum pernah ikut lomba. Jika memang demikian, jalan terus saja.
Terkait dengan masalah WHAT ini kita akan melihat pula apakah ini event yang harus kita hadapi secara “biasa” atau secara “luar biasa”. “Biasa” dan “luar biasa” terkait dengan pengetahuan kita atas penyelenggara lomba dan personel juri. Penyelenggara lomba yang punya kredibilitas tinggi, tidak akan sembarangan menunjuk juri. Juri2 di lomba besar dengan insentif besar, biasanya malah tidak silau oleh gebyar sangkar atau penampilan para pemilik burung. Dalam menilai, dia benar2 berdasar pada kinerja burung dan bukan pada kondisi sangkar. Tapi ini bukan berarti bahwa juri dalam lomba yang biasa2 saja adalah juri yang tidak bisa dipercaya. Tidak, sama sekali tidak. Hanya saja, dengan pengetahuan kita tentang “event apakah ini”, maka membuat kita siap mental bila terjadi “apa2” dalam hal penjurian.
Setelah who, why dan what, kita masuk ke masalah WHERE, yakni di manakah digelar lomba. Unsur “di mana” ini harus kita ketahui benar, misalnya dari sisi jarak tempuh dan kondisi riil arena lomba. Kalau jarak tempuh lebih dari 2 jam perjalanan darat (ini di daerah; kalau di Jakarta, lain kali ya), sebaiknya Anda datang sehari sebelumnya di kota tempat lomba. Hal ini untuk memberi istirahat yang cukup bagi burung sebelum tampil di arena.
Terkait aspek WHERE ini adalah kondisi lapangan yang Anda juga harus tahu sebelumnya. Pastikan Anda tahu apakah arena tersebut terbuka dari sinar matahari atau tertutup rimbunnya pepohonan atau ditutup dengan tenda. Pastikan burung Anda tidak akan terpengaruh dengan kondisi lapangan seperti itu. Atau kalau burung Anda tidak terbiasa dengan arena yang direncanakan untuk lomba, maka dengan mengetahui kondisi lapangan jauh hari sebelumnya, Anda bisa mengkondisikan burung Anda.
Aspek berikut adalah WHEN. Masalah “kapan” lomba digelar, Anda juga harus paham, terutama berkaitan dengan musim/cuaca. Jika cuaca berangin, maka pastikan bahwa sangkar burung Anda cukup berat sehingga tidak akan terayun-ayun di gantangan. Jika sangkar Anda terbuat dari bahan yang ringan, maka tidak ada salahnya pada dasar sangkar (dibawah jeruji dasar) Anda menambahkan batu/besi sehingga sangkar tidak akan terayun-ayun oleh angin. Jika cuaca berangin, pastikan pula plastik yang biasanya kita pasang pada dasar sangkar sebagai pencegah sangkar kena kotoran burung, dilepas. Jika tidak dilepas, seringkali plastik ini tersingkap yang menyebabkan burung kita ketakutan dan tidak kerja di arena lomba. Juga jika cuaca berangin, buatlah sangkar Anda sedemikian rupa sehingga tidak mungkin ada daun/kotoran dari pohon, menerobos masuk ke sangkar. Daun/kotoran yang masuk ke sangkar, biasanya menyebabkan burung macet bunyi dan malah memain2kan daun/kotoran itu.
Setelah persoalan2 5W saya kemukakan, maka perlu kiranya saya sampaikan sejumlah “HOW” mulai dari pakan sampai sikap kita dalam lomba:
1. Jangan pernah tinggalkan makanan, kecuali air minum, ketika burung mulai digantangkan di arena.
2. Jangan pernah teriak2 dalam lomba karena teriak2 tidak berpengaruh apa2 kecuali malah memberi “perlindungan” bagi juri yang akan berbuat tidak jujur dalam lomba. Adanya suara gaduh, membuat suara burung tidak terdengar jelas dari luar arena. Hal ini bisa membuat juri memberikan penilaian apa saja, dengan berpikir, “Toh kalian semua (pemilik burung) tidak mendengar apapun di arena lomba kecuali jerit teriakan.”
3. Jangan pernah tinggalkan burung di kawasan lomba tanpa pengawasan.
4. Jangan gantung/letakkan sangkar di sembarang tempat. Waspadai keberadaan serangga/semut pengganggu burung.
====================================================
Sekadar info sebelum saya tutup tulisan ini, untuk mempersiapkan burung jawara, Anda perlu membaca yang satu ini: Rahasia Burung Jawara.
Atau Anda ingin tahu rahasia lebih jauh bagaimana merawat burung, pengetahuan tentang doping yang baik dan tidak baik? Ya, silakan menjadi member Om Kicau Hotline.
====================================================
Demikian kawan sejumlah hal yang bisa saya sampaikan untuk Anda semua. Barangkali masih banyak hal yang belum saya sampaikan di sini mengingat keterbatasan ingatan saya. Perlu kiranya saya tegaskan lagi bahwa PADA KENYATAANNYA BANYAK BURUNG BISA JADI JAWARA TANPA PERSIAPAN MACAM2.

sumber : https://omkicau.com


Selasa, 20 Desember 2016

Burung Kacer, Asal-usul dan Sejarahnya

Nama                    : Burung Kacer
Nama Lain           : Kucica Kampung
Nama Latin         : Copsychus saularis
Sebaran               : Asia Selatan, dan  Asia Tenggara
Laman Wikipedia Bahasa Indonesia menjelaskan, Kucica kampung (bahasa Latin: Copsychus saularis) adalah burung pengicau kecil yang sebelumnya dikelompokkan sebagai anggota keluarga Turdidae (murai), tetapi kini dianggap sebaagi anggota Muscicapidae.
Burung ini berwarna hitam dan putih dengan ekor yang panjang. Ekornya terangkat ke atas jika mereka sedang mencari makanan di tanah atau kadang ketika sedang bertengger.
Burung ini banyak ditemukan di daerah Asia Selatan dan Asia tenggara. Di Indonesia burung ini mulai langka karena penangkapan yang berlebihan untuk dipelihara.
Nama Lain dari Kucica Kampung adalah Kacer, Burung ini suka menjelajah di berbagai lingkungan yang kecepatan terbangnya bisa mengungguli kerabatnya Murai Batu. bahkan dari burung berbulu hitam, berekor panjang seperti lidi. Burung Kacer banyak mendiami dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Bahkan tidak jarang ada yang terlihat di perumahan penduduk.
Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, burung bertubuh gempal ini di kenal dengan sebutan Srintil. Burung Kacer terbilang sangat aktif mencari makan. Mulai dari pohon Kelapa, Randu, Pisang atau ranting pohon kering. Burung ini terlihat sendiri. Akan tetapi selalu bersama pasanganya pada saat musim kawin. (source: diolah dari Wikipedia).

sumber : http://burungkicau.fajar.co.id/

Jumat, 16 Desember 2016

Ya ampun...!! ternyata ini jenis burung kacer paling terancam punah di dunia

Kacer seychelles /seychelles magpie-robin (Copsychus schellarum) merupakan jenis burung kacer yang paling langka di dunia. Populasinya bahkan pernah berada di titik kepunahan, dengan jumlah tersisa 16 ekor (tahun 1970), kemudian 21 ekor (1990-an), sehingga menjadikannya sebagai jenis burung kacer paling terancam punah di dunia. Burung ini dinamakan kacer seychelles, karena berasal dari Seychelles, sebuah negara kepulauan yang terdiri atas 115 gugus pulau yang berada dalam wilayah Uni Afrika. Lokasinya berada di Samudera Hindia, sekitar 1.600 km dari lepas pantai timur benua Afrika.

Kacer seychelles umumnya ditemukan di sebagian besar pulau-pulau granit di Seychelles. Namun kerusakan habitat dan makin tingginya jumlah predator seperti kucing dan tikus membuat populasinya terus berkurang.

Pada tahun 1970, kacer seychelles pernah berada di ambang kepunahan dengan jumlah hanya 16 individu, itu pun hanya ada di satu lokasi saja: Pulau Fregate. Selama dua dekade, upaya penyelamatan terus dilakukan. Tapi hingga tahun 1990, populasinya hanya meningkat menjadi 21 ekor burung.

Upaya konservasi pun terus dilakukan BirdLife International dengan memindahkan sebagian burung ini ke pulau-pulau di sekitarnya. Pemindahan dilakukan secara bertahap mulai tahun 1994, 1995, 2002, hingga 2008. Hingga tahun 2012, populasinya meningkat menjadi 248 ekor.

Sebelum kedatangan manusia di Seychelles, 230 tahun lalu, burung ini mendiami hutan-hutan pada dataran rendah. Mereka mencari makanan berupa serangga, kadal, dan parasit yang menempel pada tubuh kura-kura raksasa yang memasuki hutan.

Kedatangan penjelajah Inggris kemudian merubah segalanya. Orang Inggris pula yang menamakannya seychelles magpie-robin, karena penampilannya mirip burung magpie di Eropa. Orang-orang kemudian makin sering datang dan menetap di kepulauan ini, termasuk membawa kucing yang menjadi predator alami selain tikus.

Meningkatkan populasi hewan predator menjadi ancaman serius bagi spesies burung yang bersarang tidak jauh dari permukaan tanah ini.

Kacer seychelles memiliki tubuh berukuran sedang, dengan panjang sekitar 25 cm. Bulu-bulunya didominasi warna hitam berkilap kebiruan, dengan bercak putih terang yang lebar pada masing-masing sayapnya. Seperti juga burung kacer pada umumnya, burung betina dapat dibedakan dari penampilan dan warna bulunya yang lebih kusam.

sumber : https://omkicau.com/2016/11/01/seychelles-jenis-burung-kacer-paling-terancam-punah-di-dunia/

Sabtu, 10 Desember 2016

3 Cara Menjinakkan Burung Kacer Yang Giras

burung kacer jika terlalu giras biasanya berbunyi kalau disekitarnya dalam keadaan sepi, namun jika ada aktifitas manusia disekitarnya maka burung akan diam tidak mau berkicau. Burung yang giras biasanya adalah dari hasil tangkapan hutan. Untuk mengatasi kegirasan burung kacer tangkapan hutan agar menjadi jinak perlu di latih melalui perawatan dan tentunya kesabaran.

Cara Agar Kacer Tidak Terlalu Giras


Banyak macam cara untuk menjinakkan burung kacer yang dilakukan oleh para pemelihara burung. Berikut ini ada beberapa tips penjinakkannya yang kami peroleh dari berbagai pengalaman para penghobi burung kacer.

Tips Penjinakkan Kacer Versi 1

Pagi hari, buka kerodong sangkar kacer dengan perlahan dan ambil tempat makan dan minum. Biarkan sangkar berada di tanah dalam beberapa menit agar terbiasa dengan lalu lalang manusia (*burung harus selalu diawasi), setelah beberapa menit baru di anginkan agar burung tenang kembali.

Beri makan EF jangkrik langsung melalui tangan kita, untuk melakukan ini perlu kesabaran karena burung belum terbiasa memakan langsung dari tangan manusia jadi perlu disiasati dengan cara jangkrik di tusuk pakai lidi. 
Sangkar dikerodong dengan kain tipis dan gantang ditempat yang sering dilalui orang agar burung terbiasa dan tidak takut sama manusia. Jika kacer sudah mulai tenang dengan kondisi sekitar maka kerodong lebih baik dibuka.

Saat burung istirahat sebaiknya sangkar jangan di taruh pada tempat gelap, karena bisa mengembalikan memori pada alam hutan. Taruh kacer ditempat yang terang tetapi suasananya tenang.

Tips Penjinakkan Kacer Versi 2

Tips ini tergolong unik, tetapi tips ini dipercaya ampuh untuk menjinakkan burung yang giras, cara ini juga sudah sering dilakukan oleh orang-orang guna menjinakkan burung merpati. Cara melakukannya adalah dengan memberi air liur kita pada burung secara langsung (seperti meloloh). Cara ini dilakukan agar burung lebih cepat mengenali pemiliknya, namun perlu diperhatikan juga sebelum anda memberi air liur makanan atau minuman apa yang baru anda konsumsi (bukan yang mengandung alkohol).

Tips Penjinakkan Kacer Versi 3

Cara penjinakkan ini juga tergolong unik, yaitu memandikan burung kacer dengan air perasan daun pare atau paria. Untuk melakukan cara ini ada yang perlu diperhatikan, yaitu saat memandikan burung jangan sampai air perasan pare ikut terminum oleh burung, mungkin lebih amannya dalam memandikan dengan cara dipegang atau disemprot.

Itulah beberapa versi cara menjinakkan burung kacer yang giras. Tips-tips diatas tidak menjamin akan keberhasilan pada burung peliharaan anda, karena faktor mental burung juga sangat mempengaruhi dalam proses penjinakkan.

sumber : http://www.suaraburungs.com/2014/11/3-cara-menjinakkan-kacer-yang-giras.html

Kamis, 24 November 2016

HARUS BACA..!!! CARA MELATIH MENTAL BAKALAN KACER AGAR BAGUS

Sobat kicaukan, burung kacer merupakan salah satu jenis burung kicauan yang memiliki suara kicauan yang lantang/keras dan indah. Selain itu, kacer adalah jenis burung yang galak/fighter sehingga jika ada burung lain baik sejenis maupun jenis lain, maka kacer akan berusaha menandinginya dengan cara berkicau. Inilah beberapa keunggulan kacer, sehingga tak heran banyak pecinta burung kicau yang melirik burung berwarna hitam ini. Jika anda ditanya, lebih memilih mana, merawat kacer dari anakan/bakalan sampai gacor atau membeli kacer yang sudah jadi? Bisa jadi ada dua jawaban yang semuanya benar, karena sobat kicaukan ada yang lebih memilih memelihara dan merawat kacer dari kecil sampai jadi jawara/gacor karena lebih memuaskan. Tetapi ada juga sobat kicaukan yang lebih memilih membeli kacer yang sudah jadi karena lebih praktis/instan. 

Nah, bagi anda yang memelihara kacer dari bakalan/anakan, tahukah anda cara melatih mental bakalan kacer agar bagus? Melatih mental kacer bakalan memang tidak secepat membalik telapak tangan, tetapi membutuhkan kesabara, ketelitian, dan perawatan yang berkualitas dari kita. Memang membutuhkan waktu yang lama, tetapi saya rasa lebih memuaskan dan membanggakan. Pada kesempatan ini kami akan berbagi tips kepada sobat kicaukan semuanya tentang cara melatih mental bakalan kacer agar bagus.

Setelah anda membaca artikel-artikel tentang kacer di atas, mari kita segera menuju ke topik semula yaitu tentang cara melatih mental bakalan kacer agar bagus. Tetapi sebelum anda melatih mental bakalan kacer, pastikan bakalan kacer sudah jinak. Setelah sudah jinak, inilah langkah-langkah untuk melatih bakalan kacer agar bagus :

1. Pola perawatan harian bakaln kacer
Perawatan harian di sini meliputi kebersihan sangkar, kualitas pakan yang bagus, pemberian multivitamin agar tetap fit, tidak terlambat memberi pakan dan minum, serta pemberian ekstra food (EF). EF yang bisa anda berikan pada kacer antara lain ulat hongkong, jangkrik, belalang, dsb. Dengan merawat bakalan kacer dengan baik, maka mental kacer juga akan menjadi lebih baik dan bagus. Karena burung kacer tidak mungkin berkicau jika tidak dalam kondisi fit. 

2. Penggantangan bakalan kacer
Nah untuk membuat mental bakalan kacer semakin bagus dan kuat, maka penggantangan yang tepat juga sangat diperlukan. Saran kami adalah, gantangkan kacer di tempat yang ramai. Mengapa demikian? Karena menggantang bakalan kacer di tempat yang ramai akan membuat kacer terbiasa dengan aktivitas manusia dan sebagai proses adaptasi untuk membentuk mental yang bagus dan kuat. Untuk tempatnya, usahakan bervariasi (dipindah setiap beberapa hari) agar tidak monoton. Jika bakalan kacer sudah terlihat anteng (tidak terbang-terbang/loncat-loncat) maka itu adalah pertanda kacer anda sudah punya mental yang cukup bagus. Proses ini bisa anda lakukan sampai bakalan kacer sudah mau bunyi meskipun ditaruh di tempat yang ramai. 

3. Penempatan tempat pakan dan minum serta tenggeran
Agar mental kacer bakalan cepat bagus dan kuat, maka dalam menempatkan tempat pakan dan minum sebaiknya tidak dipindah-pindah. Karena bakalan kacer masih dalam masa adaptasi dan pembentukan mental sehingga kita harus bisa membuat suasana senyaman mungkin. Sedangkan untuk tenggeran/pijakan, tempatkan tenggeran dengan kuat (tidak goyah) sehingga saat kacer berada di atasnya terasa nyaman. Pilihlah tenggeran yang sesuai dengan ukuran kaki kacer agar nyaman. 

4. Uji mental
Cobalah untuk sesekali menguji metal bakaln kacer anda dengn cara gathering/latber dengan bakalan kacer lain. Tetapi ingat, usahakan kacer yang sebaya/seusia sehingga kemampuannya juga sepadan. Tujuannya untuk melatih dan menguji mental bakalan kacer anda, apakah sudah berani bunyi atau masih diam. Yang harus anda ingat adalah, pastikan kacer anda dadlam keadaan fit sebelum ditrek dengan kacer lain, sebab jika tidak fit dan ditrek, bisa-bisa kacer anda malah mbagong. Ingat, tujuan kita adalah melatih mentalnya dulu. 

5. Tidak ada salahnya membawa bakalan kacer ke perlombaan
Bawalah bakalan kacer ke arena perlombaan, tetapi bukan untuk ikut lomba tetapi hanya untuk melatih dan membiasakannya dengan tempat ramai dan sayup-sayup suara kicau burung yang sedang dilombakan. Gantangkan bakalan kacer anda di kejauhan (jangan terlalu dekat). Tujuannya agar bakalan kacer bisa mendengar suara kicau burung lain dari kejauhan sehingga mentalnya semakin terasah. Ibaratnya, dari kecil sudah terbiasa di tempat ramai sehingga besarnya punya mental bagus. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Cara Melatih Mental Bakalan Kacer Agar Bagus, semoga bermanfaat bagi anda dan terima kasih telah membaca artikel ini. Simak terus Kicaukan untuk mendapatkan berbagai macam informasi penting seputar dunia burung dan perawatannya. Salam kicau, semoga sukses.!!!

Sumber : http://kicaukan.blogspot.co.id/2014/01/cara-melatih-mental-bakalan-kacer-agar-bagus.html