Tampilkan postingan dengan label MURAI BATU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MURAI BATU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 April 2017

Inilah Ciri – Ciri Burung Murai Batu Kalimantan Berkhualitas Super

Pembahasan tentan Burung Murai Batu Kalimantan ini adalah salah satu Jenis Burung Kicau di Indonesia yang keadaannya untuk sekarang ini sudah terancam akibat perburuan – perburuan liar oleh sejumlah kelompok orang yang tak bertanggung jawab sehingga hal tersebut berdampak dengan Populasi Burung Murai Batu Kalimantan yang sudah semakin menurun keberadaannya di Alam liar. Adapun untuk Kelebihan Burung Murai Batu Kalimantan ini memiliki kelebihan yang cukup banyak seperti mempunyai suara kicau yang sangat Merdu, Nyaring dan dapat menirukan berbagai macam kicauan burung gacor lainnya serta memiliki struktur dan warna tubuh yang sangat menarik dan cantik sehingga banyak dari kalangan Masyarakat Pecinta Burung Kicau di Indonesia yang memelihara dan merawat Burung Murai Batu Kalimantan.
Jenis Burung Murai Batu di Indonesia sendiri terbagi atas Burung Murai Batu Medan, Burung Murai Batu Nias, Burung Murai Batu Aceh dan Burung Murai Batu Kalimantan atau sering juga disebut sebagai Burung Murai Batu Borneo. Adapun untuk pembagian nama tersebut di peroleh karena Habitat Burung Murai Batu masing – masing tersebut, seperti hanya Habitat Burung Murai Batu Kalimantan yg berasal dari Pulau Kalimantan yang tersebar di daerah Palangka Kalimantan Tengah dan Banjar di Kalimantan Selatan sehingga dinamakan Burung Murai Batu Kalimantan. Kemudian untuk Ciri – Ciri Burung Murai Batu Kalimantan dengan Burung Murai Batu lainnya sendiri tentunya memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik itu didalam suara kicauan ataupun bentuk tubuhnya, oleh karena itu disini saya akan mencoba untuk memberikan informasi Cara Membedakan Burung Murai Batu Kalimantan secara lengkap kepada kalian agar anda sebagai pecinta burung kicau tidak salah dalam membeli Jenis Murai Batu karena untuk Harga Burung Murai Batu Kalimantan tergolong sudah sangat mahal untuk sekarang ini.

Untuk Cara Membedakan Burung Murai Jantan Dengan Burung Murai Betina yang paling baik ialah dengan mengetahui Ciri Burung Murai Kalimantan Jantan dan Betina karena didalamnya terdapat perbedaan yang harus kalian ketahui agar anda tidak sampai salah dalam membeli Jenis Burung Murai Kalimantan ini. Kemudian untuk Ciri – Ciri Burung Murai Batu Kalimantan Jantan yang dapat kalian pahami antara lain mempunyai ukuran tubuh yang sedang dan mempunyai Ekor dengan panjang sekitar 8 sampai 13 cm, Burung Murai Kalimantan sering membusungkan dada jika bertarung dengan Jenis Burung Murai Jantan lainnya, memiliki Suara Kicau yang Jenih, Keras dan banyak variasi, Burung Murai Batu Kalimantan Jantan memiliki warna tubuh lebih cerah dengan coklat kekuning – kuningan dan didalam ekornya memiliki warna putih dan ada yang hitam.
Lalu untuk Ciri Burung Murai Batu Kalimantan Betina yang bisa kalian ketahui antara lain memiliki tubuh yang relatif nampak bulat dan tidak mempunyai keagresifan seperti Burung Murai Kalimantan Jantan dan memiliki Warna Tubuh sama dengan Murai Kalimantan Jantan hanya saja tidak terlalu cerah dan tajam sehingga kalian tinggal melihat warna tubuhnya saja dalam membedakan Burung Murai Kalimantan Jantan ataupun Betina. Kemudian untuk Cara Membedakan Burung Murai Batu Kalimantan Dengan Burung Murai Batu Medan ataupun Burung Murai Batu Aceh adalah ukuran Ekor Burung Murai Batu Kalimantan relatif pendek yang hanya 8 sampai 13 cm, Ciri Burung Murai Batu Kalimantan jika sedang berbunyi akan mengembangkan seluruh bulu – bulunya dari bawah leher hingga bawah ekor dan dibagian dada sampai bagian dubur burung murai kalimantan mempunyai warna coklat yg lebih cerah yaitu coklat kekuning – kuningan.

sumber : http://manukgacor.com

Selasa, 14 Februari 2017

POLA PERAWATAN HARIAN MURAI BATU YANG BENAR TERLENGKAP

Image result for perawatan murai batu

obat kicaukan, murai batu yang berkualitas bagus dan jawara tidak terlepas dari perawatan yang benar pula. Tidak ada murai batu yang bagus jika cara merawatnya tidak benar, karena murai batu jawara hanya lahir dari perawatan. Pun jika anda membeli murai batu yang sudah jadi (sudah jawara) tetapi jika anda tidak merawatnya dengan baik maka kualitasnya pun pasti akan menurun. Kuncinya adalah di perawatannya, yaitu perawatan yang tepat dan konsisten. 

Pada dasarnya, perawatan murai batu harian tidak berbeda jauh dengan burung kicau lain seperti cucak hijau, hanya saja mungkin berbeda dari segi pakan dan saat penjemurannya.Murai batu yang memiliki karakter petarung ini adalah salah satu maskot burung kicau, maka harga murai batu pun sudah sangat mahal meskipun baru bakalan/anakan. Jika anda anda punya murai batu di rumah, maka simak baik-baik artikel berikut ini.

Karena pada kesempatan ini kami akan berbagi tips mengenai pola perawatan harian murai batu yang benar. Berikut ini beberapa tips yang bisa anda lakukan di rumah :
  1. Angin-anginkan dengan cara menggantung/menggantangnya di teras selama kurang lebih 30 menit sebelum dimandikan. Tujuannya adalah murai batu agar beradaptasi terlebih dahulu. 
  2. Setelah diangin-anginkan, maka selanjutnya adalah memandikan murai batu kesayangan anda. Untuk pemandiannya, anda bisa menggunakan karamba atau semprot, disesuaikan dengan karakter dan kebiasaan MB anda. 
  3. Setelah dimandikan, maka anda wajib menjemur MB agar bulu-bulu segera kering. Untuk penjemuran MB, lakukan segera setelah mandi selama 1-2 jam. Misalnya dari jam 8 pagi - jam 9 pagi atau dari jam 8 pagi sampai jam 10 pagi. 
  4. Pada saat menjemur MB sebaiknya anda tidak mendekatkan burung MB lain, bahkan mendengar suaranya apalagi melihatnya secara langsung. Pisahkan MB satu dengan yang lain. 
  5. Kandang/sangkar dibersihkan secara rutin, yang meliputi tempat kotoran, wadah/tempat pakan, dan juga tempat minum. Untuk lebih baiknya, cucilah dengan air mengalir. 
  6. Berikan pakan berupa voer yang baru, dan gantilah air minumnya dengan air yang baru pula. 
  7. Setelah penjemuran, anda bisa memberikan extra food (EF) berupa jangkrik ke MB dengan cara ditaruh di cepuk/wadah. Sebaiknya tidak memberikan jangkrik secara langsung.
  8. Sembari makan, angin-anginkan MB di teras kurang lebih selama 10-15 menit saja.
  9. Jika ingin melakukan mastering, maka sebaiknya sangkar dikerodong. Tetapi jika tidak memungkinkan maka tidak wajib dikerodong.
  10. Pemasteran bisa dilakukan dari jam 10 pagi sampai dengan jam 3 sore, tentunya dengan suara yang setipe dengan MB anda. 
  11. Pada pukul 4 sore, berikan EF jangkrik sebanyak 2 ekor saja sambil diangin-anginkan di teras. 
  12. Jika cuaca mendukung, maka boleh dimandikan lagi. 
  13. Dan pada saat magrib (sekitar jam 6 sore) anda bisa mengerodongnya sambil pemasteran sampai pagi harinya. 
  14. Berikan kroto dua kali seminggu dengan dengan porsi masing-masing 1 sendok makan. 
  15. Berikan cacing sekali seminggu sebanyak 1 ekor saja. 
  16. Berikan multivitamin dengan cara dicampur dengan air minum selama 3 kali seminggu untuk menjaga kesehatan MB anda. 
  17. Anda bisa memindahkan MB ke kandang umbaran 4 kali dalam seminggu dengan durasi masing-masing 3-4 jam. 
  18. Lakukan langkah-langkah di atas secara rutin dan konsisten untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 

Pada dasarnya merawat MB sangat mudah dan tidak sulit. Yang dibutuhkan hanyalah ketelatenan, kemauan dan konsistensi saja. 

Selasa, 07 Februari 2017

Menyiapkan Burung Untuk Lomba

Image result for persiapan lomba burung

Sehubungan dengan pertanyaan dari Mas Agus Rizal (komentar di threat Murai Batu Ngebatman, bagaimana solusinya?) tentang bagaimana menyiapkan vitamin/pakan untuk burung ketika disiapkan untuk lomba, saya turunkan tulisan saya yang pernah saya kirim untuk www.kicaumanua.org, mengenai persiapan lomba, termasuk soal pakan.

Untuk maju ke lomba, perlu dilihat sejumlah aspek yang saya rangkum dalam 5W dan 1 H (mirip konsep bikin berita hehehe), yakni who, why, what, when, where (5W) dan how (1H). Keenam unsur itu akan saling terkait dalam hal kita mempersiapkan burung untuk lomba.

Aspek WHO, adalah melihat “siapa” burung kita dan “siapa” saja burung lawan. Dalam hal ini, kita harus benar2 tahu, siapakah sesungguhnya burung kita itu. Pertanyaannya, benarkah burung kita sudah siap tarung; bagaimana pengalaman tarungnya selama ini jika bertemu burung2 lain.
Burung siap tarung adalah burung dalam kondisi fit dengan bulu cukup tua (tidak habis mabung; tapi kira2 2 bulan setelah mabung), dan punya senjata andalan. Kalau burung Anda tidak fit, lebih baik tidak diikutkan lomba karena hanya akan buang2 uang, tenaga dan waktu. Juga, untuk burung yang tidak punya senjata andalan dalam hal irama/lagu, volume/suara dan gaya, sebaiknya tidak perlu diikutkan dalam lomba. Namun hal utama adalah irama/lagu.
Kondisi burung fit pun, harus benar2 disiapkan jauh hari sebelumnya. Terutama sekali, tidak dipertemukan dengan burung lain (mendengar kicau tantangan dari burung lain), minimal 7 hari sebelumnya, agar dia punya cadangan stamina dan power yang banyak di arena lomba nantinya. Selama 7 hari itupun perlu penanganan khusus, misalnya dalam hal penjemuran. Penjemuran tidak perlu lama2, tetapi yg penting dia diletakkan di ruang yang relatif panas (misalnya digantung 0,5 m di bawah atap seng, selama pukul 9-11). Hal itu diperlukan untuk memperkuat/memperpanjang nafas. Banyak orang menjemur dari pagi sampai sore burung yg disiapkan untuk lomba, tetapi hal ini bisa merusak bulu (kusam/pecah2 dll).
Penjemuran/pemanasan seperti itu dihentikan 2 hari sebelum lomba dan burung tetap dirawat seperti biasanya, hanya saja sehabis mandi, dijemur pagi hari, lantas diangin2kan dan langsung dikerodong. Tujuannya agar burung tidak terlalu cerewet yang menyebabkan dia terlalu banyak buang tenaga.
Banyak di antara kita yang sering memberi makanan tambahan bagi burung yang akan kita lombakan. Baik dari sisi jenis makanan, maupun jumlahnya. Kalau biasanya dikroto 1 sendok, maka memasuki masa lomba diberi 2 sendok dsb, atau biasanya tidak diberi kelabang maka 1-2 hari sebelum lomba diberi kelabang. Tetapi menurut saya, cara ini sebaiknya tidak dilakukan karena dengan perubahan makanan, baik jumlah maupun jenis, sering membuat burung berubah dalam penampilan.
Adanya penambahan/perubahan menu, biasanya menjadikan burung sangat2 agresif dan dia hanya terlalu banyak gerak di arena lomba tetapi pelit untuk mengeluarkan suara.
Aspek WHO berikutnya adalah tentang lawan2 kita. Siapakah lawan2 burung kita. Kalau Anda melihat calon2 lawan burung kita adalah burung yang sudah punya nama (karena memang bagus), maka Anda harus bertanya tentang aspek “WHY” dalam lomba. Ya, tanyakanlah pada diri Anda, “Mengapa saya ikut lomba?”
Kalau tujuan Anda lomba adalah untuk merebut juara, maka urungkan niat Anda jika Anda tidak yakin burung Anda punya andalan yang bisa mengungguli lawan. Tapi kalau niat Anda ingin mengetes kemampuan burung Anda, teruskan saja niat Anda… nothing to lose.
Untuk menggali lebih jauh tentang hal “who”, baik untuk burung kita sendiri atau lawan2 kita, kita akan melihat aspek WHAT. Yakni event lomba apakah yang kita ikuti ini. Kalau eventnya adalah lomba tingkat nasional, maka kita harus yakin benar bahwa burung kita pernah berprestasi di tingkat lokal ataupun regional, atau bisa juga, kita baru saja menemukan burung dengan bakat besar dan kualitas bagus meski belum pernah ikut lomba. Jika memang demikian, jalan terus saja.
Terkait dengan masalah WHAT ini kita akan melihat pula apakah ini event yang harus kita hadapi secara “biasa” atau secara “luar biasa”. “Biasa” dan “luar biasa” terkait dengan pengetahuan kita atas penyelenggara lomba dan personel juri. Penyelenggara lomba yang punya kredibilitas tinggi, tidak akan sembarangan menunjuk juri. Juri2 di lomba besar dengan insentif besar, biasanya malah tidak silau oleh gebyar sangkar atau penampilan para pemilik burung. Dalam menilai, dia benar2 berdasar pada kinerja burung dan bukan pada kondisi sangkar. Tapi ini bukan berarti bahwa juri dalam lomba yang biasa2 saja adalah juri yang tidak bisa dipercaya. Tidak, sama sekali tidak. Hanya saja, dengan pengetahuan kita tentang “event apakah ini”, maka membuat kita siap mental bila terjadi “apa2” dalam hal penjurian.
Setelah who, why dan what, kita masuk ke masalah WHERE, yakni di manakah digelar lomba. Unsur “di mana” ini harus kita ketahui benar, misalnya dari sisi jarak tempuh dan kondisi riil arena lomba. Kalau jarak tempuh lebih dari 2 jam perjalanan darat (ini di daerah; kalau di Jakarta, lain kali ya), sebaiknya Anda datang sehari sebelumnya di kota tempat lomba. Hal ini untuk memberi istirahat yang cukup bagi burung sebelum tampil di arena.
Terkait aspek WHERE ini adalah kondisi lapangan yang Anda juga harus tahu sebelumnya. Pastikan Anda tahu apakah arena tersebut terbuka dari sinar matahari atau tertutup rimbunnya pepohonan atau ditutup dengan tenda. Pastikan burung Anda tidak akan terpengaruh dengan kondisi lapangan seperti itu. Atau kalau burung Anda tidak terbiasa dengan arena yang direncanakan untuk lomba, maka dengan mengetahui kondisi lapangan jauh hari sebelumnya, Anda bisa mengkondisikan burung Anda.
Aspek berikut adalah WHEN. Masalah “kapan” lomba digelar, Anda juga harus paham, terutama berkaitan dengan musim/cuaca. Jika cuaca berangin, maka pastikan bahwa sangkar burung Anda cukup berat sehingga tidak akan terayun-ayun di gantangan. Jika sangkar Anda terbuat dari bahan yang ringan, maka tidak ada salahnya pada dasar sangkar (dibawah jeruji dasar) Anda menambahkan batu/besi sehingga sangkar tidak akan terayun-ayun oleh angin. Jika cuaca berangin, pastikan pula plastik yang biasanya kita pasang pada dasar sangkar sebagai pencegah sangkar kena kotoran burung, dilepas. Jika tidak dilepas, seringkali plastik ini tersingkap yang menyebabkan burung kita ketakutan dan tidak kerja di arena lomba. Juga jika cuaca berangin, buatlah sangkar Anda sedemikian rupa sehingga tidak mungkin ada daun/kotoran dari pohon, menerobos masuk ke sangkar. Daun/kotoran yang masuk ke sangkar, biasanya menyebabkan burung macet bunyi dan malah memain2kan daun/kotoran itu.
Setelah persoalan2 5W saya kemukakan, maka perlu kiranya saya sampaikan sejumlah “HOW” mulai dari pakan sampai sikap kita dalam lomba:
1. Jangan pernah tinggalkan makanan, kecuali air minum, ketika burung mulai digantangkan di arena.
2. Jangan pernah teriak2 dalam lomba karena teriak2 tidak berpengaruh apa2 kecuali malah memberi “perlindungan” bagi juri yang akan berbuat tidak jujur dalam lomba. Adanya suara gaduh, membuat suara burung tidak terdengar jelas dari luar arena. Hal ini bisa membuat juri memberikan penilaian apa saja, dengan berpikir, “Toh kalian semua (pemilik burung) tidak mendengar apapun di arena lomba kecuali jerit teriakan.”
3. Jangan pernah tinggalkan burung di kawasan lomba tanpa pengawasan.
4. Jangan gantung/letakkan sangkar di sembarang tempat. Waspadai keberadaan serangga/semut pengganggu burung.
====================================================
Sekadar info sebelum saya tutup tulisan ini, untuk mempersiapkan burung jawara, Anda perlu membaca yang satu ini: Rahasia Burung Jawara.
Atau Anda ingin tahu rahasia lebih jauh bagaimana merawat burung, pengetahuan tentang doping yang baik dan tidak baik? Ya, silakan menjadi member Om Kicau Hotline.
====================================================
Demikian kawan sejumlah hal yang bisa saya sampaikan untuk Anda semua. Barangkali masih banyak hal yang belum saya sampaikan di sini mengingat keterbatasan ingatan saya. Perlu kiranya saya tegaskan lagi bahwa PADA KENYATAANNYA BANYAK BURUNG BISA JADI JAWARA TANPA PERSIAPAN MACAM2.

sumber : https://omkicau.com


Senin, 26 Desember 2016

Waow...!! Cerita kicau mania beli burung seharga Rp 350 juta.. Ternyata Ini yang Membuatnya mahal...

Penggila burung kicau alias kicau mania dikenal royal demi mendapatkan burung idolanya. Mereka tidak sungkan merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah demi suara merdu sang burung.

Seorang anggota kicau mania, Budi, menceritakan mengenai burungnya yang terjual hingga ratusan juta rupiah. Burung jenis Murray Batu yang diberi nama Kiamat itu harganya setara satu mobil SUV keluaran terbaru.

"Saat Piala Raja 2013 kemarin, itu ada orang yang deal Rp 350 juta, beli burung Murray Batu namanya Kiamat. Katanya sih dibeli orang Lampung, Haji Sona namanya," tuturnya kepada merdeka.com, Rabu (4/12).

Faktor yang membuat burung itu jadi mahal, lanjut Budi, karena unggas itu sudah menang lomba skala nasional. Selain itu, pastinya perawatan yang baik dan benar dari sang pemilik.

Menurutnya, para penggila hobi ini memang berasal dari berbagai kalangan. Termasuk bos Budi yang punya usaha SPBU.

"Bos saya yang dulu beli burung hingga Rp 120 juta dapat lima item (burung). Dia punya pom bensin. Ya kebanyakan sih mereka yang beli burung mahal kerjaannya pengusaha, pebisnis, wirausahawan dan lainnya," ujar pria asli Jakarta ini.

Ia juga menjelaskan harga burung di pasaran saat ini. Menurutnya, harga termahal masih dipegang burung jenis Murray Batu yang bisa mencapai Rp 20 jutaan. "Itu harga pinggiran (standar) saja," tegasnya.

Adapun untuk burung kicau yang paling murah ialah jenis Anis Kembang. Harganya, jelas Budi, paling hanya Rp 2 juta kalau di pasaran.
[ren]

sumber : www.merdeka.com

Selasa, 13 Desember 2016

Murai Batu Kiamat Sabet Piala Kapolda, Ditawar Rp 800 Juta pun Ditolak

Kiamat, Murai Batu milik H. Sona menyabet juara Satu kategori Piala Kapolda dalam gelaran Lomba dan Pameran Burung Berkicau Kapolda Cup Lampung, yang diselenggarakan di Kantor Gubernur Lampung.
Piala Kapolda merupakan ajang paling bergengsi di antara perebutan kategori juara yang diperlombakan pada gelaran tersebut.
Pemilik Kiamat, H. Sona, mengaku tidak memiliki persiapan sama sekali ketika mendaftarkan Kiamat pada perlombaan tersebut.
“Pasalnya Kiamat ini baru berganti bulu, dan penjemurannya pun belum maksimal pula, pas ada perlombaan saya iseng saja mendaftarkan kiamat dalam Kapolda Cup ini. Alhamdulillah saya menyabet juara 1,” ujar Sona, Minggu (11/10/15).
Pada perlombaan tersebut, Sona, Kiamat menghadapi saingan sebanyak 72 Murai Batu.
“Saingannya tadi berat-berat, dan suaranya bagus-bagus. Alhasil si Kiamat pada gelaran ini mampu menambah pundi-pundi piala yang sudah tersimpan di rumah,” ujar Sona yang sudah memiliki kurang lebih piala sebanyak dua lemari piala persembahan burung kesayangannya itu.
Sona mengatakan, Kiamat adalah burung kesayangannya dan tidak akan dijual dengan harga berapapun.
“Sekitar 2 tahun lalu ada orang dari Singapura yang menawar Kiamat seharga Rp 800 juta, tapi tidak saya lepas. Mau ada yang menawar lebih dari 1 miliar pun tetap tidak akan saya jual, kalau dijual saya tidak akan menemukan burung yang kualitasnya seperti si Kiamat ini,” ujarnya.
Ketua Panitia Lomba dan Pameran Burung Berkicau Kapolda Cup Lampung, Brigpol Hendrix, mengatakan gelaran Kaploda Cup ini digelar dengan beberapa kategori, seperti Kategori Piala Kapolda, Kategori Piala Wakapolda, Kategori Piala Irwasda, Kategori Piala Karo, dan kategori Piala Direktur.

“Untuk Kategori Piala Kapolda, pada kelas ini yang diperlombakan adalah burung berjenis Murai Batu, dan ini yang paling bergengsi. Lalu pada kategori Piala Wkapolda, yang dilombakan adalah burung berjenis Murai, Kacer, dan Love Bird," ujar Hendrix.
"Lalu pada Kategori Piala Irwasda, yang dilombakan adalah burung Murai, Kacer, Love Bird, dan Kenari."
Sementara Kategori Piala Karo yang dilombakan adalah burung Murai, Kacer, Love Bird dan Kenari.
Dan pada Kategori Piala Direktur, yang diperlombakan adalah burung berjenis Murai, Kacer, Love Bird, kenari, Kapas Tembak, Cucak Hijau, Srindit, dan Ciblek.
"Jadi untuk keseluruhannya, ada 20 jenis burung yang diperlombakan pada ajang Kapolda Cup ini, dengan peserta sekitar 1.500 orang dari berbagai daerah dari Aceh sampai Pulau Bali, turut hadir meramaikan acara ini,” ujar.
Selain Kiamat yang menyabet piala pada kategori paling bergengsi di kelas Piala Kapolda, si T-Rex, kenari Milik Nandar menyabet Juara Satu di Tiga Kategori sekaligus, yaitu pada kelas Wakapolda, Kelas Karo, dan Kelas Irwasda. (*)

sumber : http://www.tribunnews.com/video/2015/10/12/murai-batu-kiamat-sabet-piala-kapolda-ditawar-rp-800-juta-pun-ditolak?page=2

Mengenal Burung Murai Batu dan Jenisnya

Burung murai batu saat ini menjadi salah satu jenis burung kicau termahal di Indonesia. Murai batu menjadi primadona para pecinta burung kicau. Selain fisiknya yang menawan, murai batu mengeluarkan suara yang merdu. Dari berbagai kontes burung, kontes murailah yang paling bergengsi. Biasanya yang memiliki murai batu adalah dari kalangan atas.

Burung Murai atau kucica hutan bernama latin Copychus malabaricus. Di Indonesia jenisnya sangat beragam sesuai dengan habitat aslinya. Ciri-ciri fisik dan kicauannya pun berbeda-beda. Karena banyaknya peminat murai, burung ini termasuk salah satu dari hewan yang terancam punah. Berikut jenis Murai Batu berdasarkan habitat di daerah asalnya:


1. Murai Batu Medan. Murai ini memilik ciri paling khas dengan ekor yang panjang melengkung ke bawah kurang lebih 30 cm. Bagi murai batu jantan warna merah bata dan hitam begitu kontras dan jelas, selain itu juga terdapat kombinasi bulu warna putih pada ekor dan sayapnya yang membuat penampilan Murai Batu Medan semakin matching. Variasi kicauan indah & banyak, daya tempur dahsyat, mental baja dengan volume dan variasi suara di atas rata-rata. Murai Batu Medan merupakan jenis yang paling digemari pecinta burung karena dari segi fisik, penampilan, warna dan gaya bertarung, burung murai batu Medan lebih baik dari yang lain.


2. Murai Batu Aceh. Populasi burung ini di daerah asalnya sana sudah mulai sulit ditemukan atau langka, sehingga usaha penangkaran Murai Aceh sudah sangat perlu untuk digalakkan. Membedakan Murai Aceh dengan Murai Medan bisa dikatakan hampir sangat sulit. Ekor murai Aceh sedikit lebih pendek dari Murai Medan +/- 27cm. Namun burung berekor panjang ini memiliki ekor yang lebih cantik daripada jenis murai lainnya.



3. Murai Batu Nias. Ciri yang utama adalah pada bagian ekornya yang hitam semua. Volume suara sangat keras, memiliki kemampuan adaptasi sangat tinggi, sehingga burung ini lebih cepat jinak dan tidak mudah stress meskipun berulang kali pindah tangan atau pindah tempat. Namun karena warna bulunya hanya Hitam, banyak pecinta burung yang kurang suka, padahal kicauan murai nias tidak kalah dengan murai medan maupun murai aceh, bahkan Murai Nias memiliki kemampuan merekam suara lebih cepat dibandingkan burung murai lainnya.


4. Murai Batu Lampung. Mempunyai ekor lebih pendek daripada murai Medan dan Aceh sekitar 12 - 18 cm. Tubuh, leher, kepala burung murai lampung tampak lebih besar daripada burung murai medan. Mempunyai daya tempur yang bagus. Jika perawatannya benar mentalnya bisa sangat bagus. Variasi suara dasar cenderung ngeban (mengulang-ulang suara yang sama), perlu pemasteran yang baik untuk menutupi kelemahannya. Kelebihan yang menonjol saat bertanding, mempunyai stamina yang baik.


5. Murai Batu Borneo (Kalimantan). Panjang ekor 8 - 13 cm. Ciri khasnya saat bertarung dengan murai lain dadanya membusung/menggelembung. Mempunyai sifat yang lebih agresif dan terkesan ngotot. Kicauannya cenderung "ngeban" ( mengulang) dan suaranya agak "mendem". Di lapangan kontes, kelas tersendiri tidak menyatu dengan Murai batu Sumatera.


6. Murai Batu Jawa (Larwo). Keberadaan murai batu Jawa atau Larwo tinggal kenangan, saat ini populasi burung Larwo dipastikan telah langka, jadi jangan harap bisa menemukan burung ini di pasaran. Karena popularitas burung Larwo kalah tenar dibandingkan Murai Batu Medan maka burung Larwo sangat jarang ada yang mau menangkarkannya.



7. Murai Blorok. Ini adalah species baru hasil breeding burung murai batu, beberapa peternak enggan menjual burung ini bersamaan burung kicau lainnya karena mengangagap murai blorok sebagai burung yang langka sehingga harga bahannya saja sudah sangat mahal.



8. Murai Batu Mentawai. Burung murai batu Mentawai termasuk salah satu burung yang dilindungi di Sumatera Barat. Oleh karena itu tidak boleh diperjual belikan. memiliki ciri hampir mirip dengan murai Batu Nias.

sumber : http://www.bintang.com/animal/read/2484064/mengenal-burung-murai-batu-dan-jenisnya

Jumat, 02 Desember 2016

Gambar pola ekor murai batu semua jenis

Gambar pola ekor murai batu semua jenis - Di zaman yang modern seperti sekarang banyak sekali penjual burung mengelabuhi pembelinya, bukan hanya murai batu tapi juga burung kenari, lovebird, kacer dan masih banyak lagi burung kicau telah di pasarkan ke seluruh nusantara. Anda harus berhati-hati, burung bukan sperti baju atau barang elektronik yang biasa dijual pasaran online (bisa dilihat tapi tidak bisa di pegang/di raba). Di samping itu penjual burung nakal yang ada di toko-toko terdekat dari rumah anda, sebaiknya anda harus lebih mengetahui tentang penjual tersebut, jika tidak anda bisa saja di permainkan olehnya. Karena Gambar pola ekor murai batu semua jenis ini beberapa teman saya termasuk pengalaman (bukan mengucilkan pedagang burung) namun ini kenyataan, membeli burung yang ada di toko brung terdekat sebaiknya di barengi dengan teman yang sudah awan dan sangat paham dengan burung, supaya burung yang kita beli nantinya tidak mengecewakan esok kelak.

Murai batu, sebagian kecil burung yang sudah masuk dalam kata 'manipulasi', Jika penjual mengatakan murai batu itu berasal dari medan sebaiknya anda teliti dahulu sebelum membeli, karena ada baiknya anda melihat, paruh, badan, ekor, dubur murai batu. Nah dalam kasus tersebut banyak orang beranggapan bahawa murai batu ekornya pendek adalah muraibatu betina, itu salah, kita tidak tahu bahwasanya ekor murai batu itu telah di cabuti oleh si penjual tersebut. "Sama saja anda membeli ayam panggang, ayam panggang yang lezat itu taukah anda bahwa ayam yg anda makan itu di sembelih atau tidak".

Jadi, saudara-saudara kicau mania sekalian, harap di perhatikan bahwa membeli burung itu mudah, namun mebedakan asal dari burung itu agak sulit. Tapi berikut adalah Gambar pola ekor murai batu semua jenis.

Pola ekor murai batu

Anda bisa mengambil foto ini atau di gambar jika diperlukan.

Berikut ulasan dari gambar murai batu indonesia di atas:
  • Murai batu medan - memiliki panjang antara 14-27cm. Tanda ekor setengah dari pangkal ekor hitam dan setengah dari ujung ekor putih.
  • Murai batu Aceh - memiliki panjang antara 24-30cm. tanda ekor memiliki corak hitam lebih sediki dan didominasi corak putih dari ujung ekor.
  • Murai batu Nias - memiliki panjang 20-30cm. Ekor memiliki corak hitam cerah.
  • Murai batu lempuyang - ekor terlihat hitam pekat namun sedikit corak putih kecoklatan di ujung ekor. panjang 18 - 22cm.
  • Murai batu Lasia - Hitam pada ekor murai batu lempuyang lebih moninan ketimbang corak putih. panjang 13-16cm.
  • Murai batu sinabang - Memiliki corak hitam pekat dan hampir tidak kelihatan corak putihnya. Anda harus berhati-hati jika mau membeli murai batu nias, nanti bisa jadi itu murai batu sinabang. Panjang 12 - 16cm.
  • Murai batu lampung - panjang 12-18cm. hampir sama dengan ekor murai batu medan namun membedakan hanya panjang dari kedua ekor murai batu tersebut.
  • Murai batu kalimantan - dominan warna putih, setengah putih-hitam, sedikit hitam. panjang 8-13cm.
Semoga dengan adanya gambar pola ekor murai batu semua jenis di atas dapat menambah wawasan dan dapat di jadikan acuan untuk melihat ataupun membeli burung, supaya tidak salah dalam memilih burung murai batu. 

sumber : muraibatu.xyz

Jumat, 18 November 2016

Ekor Murai Batu Tidak Panjang? Ini Penyebabnya !!

Penyebab Ekor Murai Batu Tidak Panjang, Burung murai batu memang sudah menjadi dambaan para sahabat kicaku, dengan suara indahnya dan bentuk tubuh yang menarik untuk dilihat serta tidak ketinggalan dengan ciri khas ekor panjangnya membuat burung murai batu laris dipasaran dengan harga yang cukup mahal. Burung murai batu juga sering dijadikan sbagai burung lomba atau kontes. Akan tetapi bagaimana jadinya jika ekor burung murai batu kesayangan anda berubah menjadi pendek? .

Kejadian ekor murai batu menjadi pendek sering dialami oleh sahabat kicaku, Burung murai batu yang selesei mabung atau pergantian bulu, ekornya tidak panjang lagi. Kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi. Saat murai batu mabung seharusnya ekor akan bertambah panjang, maksimal sampai pada saat mabung ke empat. Namun bagaimana jadinya jika terjadi kasus yang sebaliknya yaitu ekor menjadi pendek. Tentu itu akan menjadikan burung murai anda tidak menarik lagi untuk dilihat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan ekor burung murai batu tidak panjang setelah mabung.



Nah… Kali Ini Info-Kicau akan memberikan Faktor Penyebab Ekor Murai Batu Tidak Panjang :


  • Murai Batu Sedang Mengalami Stress
    Penyebab ekor burung murai batu tidak panjang pasca mabung apabila burung sedang mengalami stress, kondisi ini sering sekali dialamai pada saat burung murai batu baru pertama mengalami mabung dan dirawat oleh orang yang belum begitu berpengalaman dalam merawat murai batu. Saat pergantian bulu dilarang untuk melihat atau melepas kerondong karena akan membikin burung tidak tenang dan stress.

  • Pemberian Pakan Yang Tidak Tepat
    Pemberian makanan atau nutrisi pada murai batu yang tidak tepat akan mempengaruhi kesehatannya, akibat burung kurang sehat dan kurangnya nutrisi akan memperlambat pertumbuhan bulu terutama pada ekor. Kesalahan memberikan makanan atau kurangnya gizi pada murai batu sebelum proses mabung juga akan mengakibatkan ekor murai batu menjadi pendek setelah mabung.

  • Suhu Udara Terlalu Panas
    Zat lilin pada pangkal bulu ekor murai batu kan menjadi keras dan kering apabila suhu udara terlalu panas, hal tersebut akan menjadikan bulu ekor murai batu menjadi pendek. Usahakan Jangan menjemur apabila matahari sedang terik atau berhadapan langsung dengan sinar matahari.

  • Pengaduan Sebelum Proses Mabung Selesai
    Usahakan Jangan Mengadu burun apabila proses mabung belum selesai. Saat berkicau burung murai batu akan memainkan ekornya. Jika belum selesai mabung dan bulu belum tumbuh sempurna akan berakibat pada pertumbhan bulu ekor murai batu dan akhirnya bulu ekor akan menjadi pendek.


Demikian para sahabat kicaku penyebab Ekor Murai Batu Tidak Panjang. Semoga bermanfaat bagi anda semua, dan terima kasih telah membaca penyebab Ekor Murai Batu Tidak Panjang. Simak terus Info-Kicau untuk mendapatkan berbagai macam informasi penting seputar dunia burung dan perawatannya. Terimakasih !!

sumber : http://info-kicau.blogspot.co.id/

Rabu, 16 November 2016

WAOW INI DIA...!!! Daftar Harga Burung Murai Batu Terbaru 2016

http://info-kicau.blogspot.co.id/

Bagi Para Pecinta Burung Kicau Mania Murai Batu Medan Kami Menawarkan Burung Murai Batu Medan Ekor Panjang Super Buntut Kuwalitas Terbaik Dan Terbaru 2016
Hai sahabat ternak dan para pecinta burung, Burung Murai batu terkenal dengan kekhasan suaranya, tingkah polanya, dan penampilan warna tubuhnya yang membuat para penghobi burung seketika jatuh cinta. Dengan banyaknya peminat dan varian jenisnya sehingga cukup mempengaruhi harga jual murai batu lokal 2016 ini.

Kami disini mencoba memberikan referensi harga pada sahabat ternak dan penghobi burung murai batu untuk mendapatkan referensi akurat mengenai harga murai batu 2016 versi harga pasaran dan harga peternak agar sahabat tidak salah pilih burung murai batu yang berkualitas dengan harga terjangkau. Sebagai sumber informasi, kami lakukan survei pasar di berbagai forum jual-beli untuk memperoleh info referensi harga seakurat mungkin.

Berikut daftar lengkap harga jual burung murai batu terbaru  2016 berdasarkan hasil survei:
   
Harga
Murai Batu Medan Super buntut 30cm  
Rp. 3.750.000,-
Murai Batu Nias (sepasang)
Rp. 2.150.000,-


Murai Batu Aceh Trotolan Hutan Jantan  
Rp. 2.550.000,-


Murai Batu Aceh Hutan
Rp. 2.350.000,-


Murai Batu Nias Raja Trotolan
Rp. 2.750.000,-

Murai Batu Aceh Hutan
Rp. 2.550.000,-

Murai Batu Nias Ekor Hitam Trotolan
Rp. 2.250.000,-

Murai Batu Nias Ekor Hitam Hutan
Rp. 2.150.000,-

Murai Batu Nias Ekor Hitam Hutan  
Rp. 1.750.000,-

Murai Batu Borneo Hutan
Rp. 1.750.000,-

Murai Air
Rp. 1.250.000,-